Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Mandiri Sekuritas Nilai Panda Bonds Strategis untuk Diversifikasi Pembiayaan RI

Mandiri Sekuritas Nilai Panda Bonds Strategis untuk Diversifikasi Pembiayaan RI Kredit Foto: Mandiri Sekuritas
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Mandiri Sekuritas menilai rencana pemerintah menerbitkan panda bonds di China menjadi langkah strategis untuk memperkuat diversifikasi sumber pembiayaan internasional.

Head of Fixed Income Research Mandiri Sekuritas, Handy Yunianto, mengatakan selama ini penerbitan obligasi global Indonesia masih didominasi mata uang utama seperti dolar Amerika Serikat dan Euro.

Menurutnya, pemerintah kini mulai memperluas instrumen pembiayaan melalui berbagai pasar internasional, termasuk Australia, panda bonds di China, hingga dim sum bonds.

“Kalau dulu kan selalu tergantung USD, Euro, Jepanesian gitu ya. Sekarang kita sudah punya yang Australia, terus kita punya yang Panda, Dim Sum. Ini juga menurut saya adalah salah satu strategis yang bisa dilakukan pemerintah untuk diversifikasi,” kata Handy dalam Mandiri Macro & Market Brief Q2-2026 Indonesia Economic Outlook, Jakarta, Senin (11/5/2026). 

Kendati demikian, Handy mengingatkan penerbitan obligasi dalam mata uang asing tetap memiliki risiko terhadap nilai tukar. Menurutnya, pemerintah perlu memperhatikan strategi lindung nilai atau hedging agar risiko kurs dapat diminimalkan.

“Cuma risikonya tentu, kalau kita selalu mau menerbitkan dalam bentuk mata uang di luar domestik, ya ada risiko current series. Jadi mungkin yang harus diperhatikan ke depannya adalah di sisi current series, ya hedging-nya seperti apa,” tambahnya. 

Namun, ia menilai hubungan perdagangan Indonesia dengan China yang cukup besar diharapkan dapat menciptakan natural hedging sehingga mampu membantu meredam risiko nilai tukar tersebut.

Handy juga menilai tahun 2026 menjadi tantangan bagi pemerintah dalam menerbitkan obligasi domestik dalam jumlah besar. Karena itu, peningkatan porsi penerbitan global bonds dinilai dapat menjadi strategi untuk mengurangi risiko crowding out di pasar keuangan domestik.

Baca Juga: Gaet Investor Global, Purbaya Bakal Terbitkan Panda Bond di China

Baca Juga: Tak Ingin Ketergantungan Dolar, Purbaya Bakal Terbitkan Panda Bond di China Bulan Depan

Selain itu, ia menilai tren penerbitan panda bonds juga terus meningkat secara global. Sejumlah negara disebut mulai memanfaatkan instrumen tersebut karena menawarkan yield yang lebih murah dibandingkan obligasi Amerika Serikat atau US Treasury.

“Nah, kalau kita lihat historicalnya, sebenarnya nggak cuma Indonesia yang memanfaatkan kondisi ini. Kita lihat beberapa negara juga melakukan ini dan trendnya memang terus mengalami peningkatan issuance dari Panda Bonds ini. Karena kalau kita lihat secara yield, memang jauh lebih murah dibandingkan dengan US Treasury yang saat ini kalau kita lihat perbandingan yieldnya,” pungkasnya. 

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Cita Auliana
Editor: Dwi Aditya Putra