Formappi sebut Juri LCC MPR Pertontonkan Ketidakjujuran dan Tak Cerminkan Nilai-Nilai Kebangsaan
Kredit Foto: Ist
Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia, Lucius Karus, melontarkan kritik keras terkait polemik pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI di Kalimantan Barat yang viral di media sosial.
Lucius menilai insiden penilaian dewan juri dalam perlombaan tersebut sebagai peristiwa memalukan yang justru meruntuhkan nilai-nilai kebangsaan yang selama ini disosialisasikan melalui program 4 Pilar.
Menurutnya, protes peserta yang merasa dirugikan akibat ketidakcermatan juri dalam mendengar dan menilai jawaban menunjukkan hilangnya prinsip kejujuran dan keadilan dalam perlombaan tersebut.
Baca Juga: Buntut Polemik Lomba Cerdas Cermas 4 Pilar di Kalbar, MPR RI Minta Maaf dan Nonaktifkan Dewan Juri
“Ini peristiwa memalukan bagi bangsa secara keseluruhan karena nilai-nilai utama kebangsaan yang menjadi pijakan sosialisasi 4 Pilar benar-benar runtuh dalam peristiwa itu,” ujar Lucius di Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Ia menyoroti tugas utama Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia yang berfokus pada sosialisasi 4 Pilar dan studi konstitusi. Dengan dukungan anggaran negara yang besar, Lucius menilai seharusnya tidak ada ruang bagi kesalahan mendasar dalam program pendidikan kebangsaan tersebut.
“MPR itu fokus pada sosialisasi 4 Pilar dan studi konstitusi. Dengan anggaran yang besar dan fungsi yang terbatas, seharusnya tidak ada ruang bagi kesalahan untuk isu-isu kebangsaan,” katanya.
Lucius juga mengkritik dua dari tiga juri LCC yang dinilai mempertontonkan ketidakjujuran dan ketidakadilan secara terbuka di depan publik, khususnya para pelajar yang merupakan generasi penerus bangsa.
Menurutnya, sikap tersebut bertentangan dengan semangat utama sosialisasi nilai-nilai kebangsaan yang diemban MPR RI.
“Sosialisasi macam apa yang akan diberikan ketika orang-orang di lingkup MPR sendiri justru tidak menjiwai nilai-nilai kebangsaan yang ingin disampaikan?” tambahnya.
Formappi mendesak MPR RI segera mengambil langkah tegas dengan memberhentikan juri yang dianggap bertanggung jawab dalam polemik tersebut.
“Respons paling cepat adalah memberhentikan dua anggota juri LCC yang memalukan itu. Mereka mempertontonkan rusaknya nilai-nilai kebangsaan di hadapan calon pemimpin bangsa,” tegas Lucius.
Selain itu, Lucius meminta MPR RI menjadikan kasus di Kalimantan Barat sebagai momentum evaluasi menyeluruh terhadap program LCC dan sosialisasi 4 Pilar secara umum.
Ia menilai selama ini program tersebut kerap dianggap hanya bersifat seremonial tanpa ukuran keberhasilan yang jelas.
“Tak ada kontrol atas dampak, tidak ada kurikulum jelas dengan kalender pelaksanaan yang terukur. Lebih banyak sosialisasi ini menjadi ajang kampanye anggota MPR,” pungkasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: