Kredit Foto: PTPN I
Sementara itu, untuk komoditas kopi, PTPN I menyiapkan pengembangan lahan seluas 12 ribu hektare dan tujuh fasilitas pengolahan guna memproduksi kopi premium berbasis traceability dan standar keberlanjutan global.
Adapun pada komoditas kakao, perusahaan menargetkan pengembangan area seluas 5 ribu hektare yang terintegrasi dengan fasilitas pengolahan guna memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri cokelat global.
Menurut Teddy, seluruh strategi hilirisasi tersebut sejalan dengan agenda industrialisasi dan penguatan nilai tambah sumber daya alam yang menjadi bagian dari Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo.
Rachmat menambahkan, penguatan hilirisasi tidak hanya bergantung pada ekspansi lahan dan industri pengolahan, tetapi juga memerlukan dukungan riset dan inovasi untuk meningkatkan produktivitas dan praktik pertanian berkelanjutan.
Ia mengatakan sinergi antara pemerintah, BUMN, dan pemangku kepentingan lain diperlukan untuk memperkuat posisi Indonesia dalam industri kelapa, kopi, dan kakao global.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: