Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Buka Program Studi Masa Depan, Universitas BTH Kenalkan Jurusan Rekayasa Kosmetika Pertama di Indonesia

Buka Program Studi Masa Depan, Universitas BTH Kenalkan Jurusan Rekayasa Kosmetika Pertama di Indonesia Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Warta Ekonomi, Bandung -

Universitas BTH meraih tiga Akreditasi Unggul sekaligus dan membuka Program Studi S1 Rekayasa Kosmetika yang diklaim menjadi program pertama di Indonesia. Capaian tersebut diumumkan Yayasan Bakti Tunas Husada bersama Universitas BTH dalam public expose yang digelar di Bandung.

Rektor Universitas BTH, Prof. Dr. Ruswanto, M.Si mengatakan tiga program studi yang berhasil meraih Akreditasi Unggul yakni Program Studi S1 Administrasi Rumah Sakit, Program Studi S1 Farmasi, dan Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker.

"Predikat unggul tersebut menjadi bukti nyata kualitas akademik, tata kelola institusi, kualitas dosen, kurikulum, fasilitas pembelajaran, hingga kesiapan lulusan Universitas BTH dalam menghadapi dunia kerja dan kebutuhan industri kesehatan masa depan," jelas Ruswanto, Senin (11/5/2026).

Ia mengatakan, Universitas BTH akan terus melanjutkan peningkatan mutu akademik dengan mempersiapkan sejumlah program studi lain untuk meraih Akreditasi Unggul pada akhir 2026 dan tahun berikutnya.

Selain capaian akreditasi, Universitas BTH juga mengumumkan telah memperoleh izin operasional untuk dua program studi baru yang dinilai strategis dan prospektif, yakni Program Studi S1 Gizi dan Program Studi S1 Rekayasa Kosmetika.

Program Studi S1 Gizi disebut menjadi program studi gizi pertama di wilayah Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, dan Pangandaran. Kehadiran program tersebut diharapkan mampu menjawab kebutuhan tenaga profesional di bidang gizi dan kesehatan masyarakat.

"Kehadiran program studi ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan tenaga profesional bidang gizi dan kesehatan masyarakat yang terus meningkat, terutama dalam menghadapi tantangan stunting, kesehatan preventif, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat," jelasnya.

Sementara itu, Program Studi S1 Rekayasa Kosmetika menjadi perhatian karena disebut sebagai perguruan tinggi swasta pertama dan satu-satunya di Indonesia yang menyelenggarakan program studi tersebut.

Program itu hadir untuk menjawab pertumbuhan industri kosmetik, skincare, beauty technology, wellness, dan industri kreatif berbasis sains yang berkembang pesat.

"Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya akan mempelajari aspek sains kosmetika, tetapi juga inovasi produk, teknologi formulasi, riset bahan alami, branding, bisnis kosmetik, hingga peluang entrepreneurship di industri kecantikan masa depan yang saat ini sangat diminati generasi muda," jelasnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap akses pendidikan berkualitas, Yayasan BTH juga menyediakan program Beasiswa BTH Unggul dengan kuota terbatas. Program tersebut diperuntukkan bagi 50 calon mahasiswa wilayah Priangan Timur untuk seluruh program studi Fakultas Teknologi Bisnis serta 30 calon mahasiswa dari wilayah 3T Indonesia untuk seluruh program studi D3 dan S1 di Universitas BTH.

Universitas BTH juga tengah mempersiapkan sejumlah inovasi pendidikan, termasuk Program Fast Track untuk mahasiswa berprestasi di bidang farmasi agar dapat menempuh jalur percepatan dari S1 menuju S2 Farmasi atau Pendidikan Profesi Apoteker.

Selain itu, Program Studi S1 Administrasi Rumah Sakit akan membuka Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi lulusan D3 Rekam Medik dan Informatika Kesehatan.

"Melalui program RPL ini, para tenaga kesehatan dan lulusan diploma dapat melanjutkan pendidikan sarjana dengan sistem pengakuan pengalaman dan capaian pembelajaran sebelumnya, sehingga proses studi menjadi lebih relevan, efisien, dan sesuai kebutuhan karier profesional," jelasnya.

Universitas BTH juga memperkuat langkah internasionalisasi kampus melalui Program Mahasiswa Asing. Saat ini kampus tersebut telah menerima satu mahasiswa asal Thailand di Program Studi S1 Sistem Informasi serta dua mahasiswa asal Nigeria di Program Studi S1 Farmasi.

Ruswanto menyebut seluruh langkah strategis tersebut merupakan bagian dari transformasi Universitas BTH dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan masa depan generasi muda.

Baca Juga: Persib Makin Dekat Hattrick Juara, Walkot Bandung: Masih Ada Dua Tanjakan, Optimis!

“Kami percaya bahwa pendidikan tinggi tidak boleh hanya menghasilkan lulusan, tetapi harus mampu melahirkan generasi yang adaptif, unggul, inovatif, dan siap menghadapi perubahan zaman. Universitas BTH akan terus bergerak cepat agar mahasiswa kami mendapatkan kualitas pendidikan terbaik sekaligus peluang masa depan yang lebih luas,” jelasnya.

Ketua Pembina Yayasan BTH, H. Yoris Rusamsi Ruswadi, S.H., M.H. menegaskan pihaknya akan terus berinvestasi pada kualitas pendidikan dan inovasi di dunia pendidikan tinggi.

"Karena itu kami terus berinvestasi pada kualitas, inovasi, dan keberanian membuka bidang-bidang ilmu baru yang prospektif. Tak lupa kami pun berkomitmen menyediakan berbagai beasiswa dalam upaya peningkatan akses pendidikan generasi muda Indonesia yang unggul dan relevan dengan perkembangan dunia usaha, industri dan dunia kerja,” ungkapnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Saepulloh
Editor: Amry Nur Hidayat