Soal Drama Orang Desa Tak Pakai Dolar, Gerindra: Prabowo Tak Ingin Rakyat Takut
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Pernyataan Presiden Prabowo Subianto soal “orang desa tidak pakai dolar” di tengah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hingga kini masih menjadi perbincangan. Menanggapi hal itu, Juru Bicara DPP Partai Gerindra, Bahtra Banong, memastikan Prabowo memahami sepenuhnya dampak penguatan dolar terhadap ekonomi nasional.
Namun menurut Bahtra, pidato Presiden justru bertujuan menjaga optimisme masyarakat di tengah tekanan ekonomi global.
Hal itu disampaikan Bahtra menanggapi polemik pidato Prabowo saat Peresmian Operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes) di Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur beberapa waktu lalu.
Bahtra menilai publik tidak memahami pidato Presiden secara utuh karena hanya berfokus pada satu potongan kalimat.
"Pidato Presiden dipotong hanya pada satu kalimat, lalu dibangun framing seolah Presiden tidak memahami dampak dolar terhadap ekonomi. Itu jelas keliru dan tidak fair. Kalau didengar utuh, Presiden sedang mengajak rakyat untuk tidak usah panik karena fundamental ekonomi Indonesia kuat," kata Bahtra dalam keterangannya, dikutip Selasa (19/5/2026).
Baca Juga: Purbaya Soal Ucapan Prabowo Orang Desa Tak Pakai Dolar: untuk Menghibur Rakyat
Ia menegaskan Prabowo sangat memahami dinamika ekonomi global, termasuk dampak perang dagang, tekanan geopolitik, hingga pelemahan mata uang negara berkembang. Namun di sisi lain, Presiden juga memiliki tanggung jawab menjaga psikologi publik agar tidak larut dalam kepanikan.
"Presiden tidak ingin rakyat dibebani rasa takut berlebihan. Pesan beliau sederhana yakni jangan mudah panik, jangan mudah merasa Indonesia akan colaps hanya karena tekanan global. Kita punya kekuatan ekonomi domestik yang besar," jelas dia.
Menurut Bahtra, narasi pesimisme yang terus berkembang justru bisa berdampak buruk terhadap psikologi pasar dan kepercayaan publik terhadap kondisi ekonomi nasional.
"Dalam situasi global yang sulit, bangsa ini membutuhkan optimisme dan kepercayaan diri. Presiden Prabowo sedang membangun semangat itu. Jangan setiap pernyataan dipotong lalu dijadikan bahan propaganda politik," imbuhnya.
Lebih lanjut, Bahtra menjelaskan ucapan “orang desa tidak pakai dolar” merupakan bentuk komunikasi sederhana Prabowo untuk menggambarkan bahwa ekonomi masyarakat bawah tetap bergerak karena ditopang sektor riil dan konsumsi domestik.
Ia juga menyinggung berbagai agenda besar pemerintahan Prabowo yang disebut berfokus pada penguatan ekonomi nasional, mulai dari hilirisasi industri, swasembada pangan, ketahanan energi, hingga penguatan koperasi desa Merah Putih.
"Justru inti pidato Presiden adalah bahwa Indonesia sedang bergerak menuju kemandirian ekonomi. Kita memperkuat hilirisasi, memperbesar ekspor, mengurangi ketergantungan impor, dan membangun kekuatan produksi nasional. Banyak program prioritas pemerintah yang basisnya kekuatan domestik, bukan ketergantungan terhadap dolar," tambah Bahtra.
Baca Juga: Rupiah Jebol Lagi ke Rekor Terlemah, Purbaya: Nggak Apa-apa...
Ia pun mengajak masyarakat melihat pidato Presiden secara menyeluruh dan objektif, bukan melalui potongan narasi yang dianggap menyesatkan.
"Presiden Prabowo sedang menyampaikan pesan besar bahwa Indonesia harus percaya pada kekuatan sendiri, berdiri di atas kaki sendiri, dan terus melangkah menuju kemandirian ekonomi nasional," tambah Bahtra.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri