Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Milenial Minta Hentikan Narasi Heroik Habibie Turunkan Dolar

Milenial Minta Hentikan Narasi Heroik Habibie Turunkan Dolar Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pegiat media sosial sekaligus milenial, Rumail Abbas, meminta warganet menghentikan narasi heroik Presiden ke-3 RI B.J. Habibie dalam menurunkan kurs dolar Amerika Serikat (AS) pada 1998–1999.

Meski Habibie berhasil memperkuat rupiah dari titik terburuk Rp16.800 per dolar AS menjadi Rp6.500 per dolar AS, Rumail menilai dampaknya justru membuat banyak rakyat jatuh miskin. 

“Hentikanlah menyebarkan narasi heroik Pak Habibie yang menurunkan kurs dolar jadi ribuan itu. Milenials kayak saya punya trauma nggak menyenangkan untuk masa-masa seperti itu,” tulisnya di akun X, dikutip Selasa (19/5)..

Rumail pun menceritakan pengalaman masa kecilnya setelah rupiah menguat dan kursi kepresidenan beralih ke Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pada 1999–2001. 

“Waktu krisis 98 saya masih SD, terlalu kecil untuk memahami negeri ini. Sewaktu Gus Dur jadi presiden, yang saya ingat cuma satu: saat puasa sekolah libur sebulan penuh. Tapi orang tua saya bikin telur goreng dicampur tepung dan dedaunan supaya cukup dimakan empat-lima mulut. Saya sangat kurus waktu itu, karena kemiskinan,” kenangnya.

Ia juga menyoroti kebijakan Habibie menaikkan suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) hingga 70%. 

“Yang paling saya ingat dari penjelasannya: Pak Habibie menaikkan suku bunga SBI hingga 70%. Ini artinya suku bunga kredit (pinjaman usaha, KPR, modal kerja, dll.) ikut melonjak,” ujarnya.

Kebijakan tersebut, menurutnya, menimbulkan efek domino berupa kenaikan pajak, penjualan aset negara, hingga pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang membuat rakyat jatuh ke garis kemiskinan. “Pajak juga naik, aset negara ada yang dijual, hingga PHK massal. Kita miskin waktu itu lho,” jelasnya.

Baca Juga: Tanpa Gubernur BI, Rupiah Disebut Sudah Jatuh ke Rp19 Ribu

Baca Juga: Rupiah Melemah, Ada Satu Instrumen yang Belum Dikeluarkan BI

Seperti diketahui, Presiden ke-3 B.J. Habibie berhasil memulihkan nilai tukar rupiah lewat kombinasi kebijakan moneter ketat, restrukturisasi perbankan total, dan pemulihan kepercayaan pasar.

Meskipun mempunyai latar belakang Meskipun latar belakang beliau adalah seorang ahli aeronautika dan bukan ekonom, Habibie berhasil menghentikan "deflasi spiral" hanya dalam waktu 17 bulan masa jabatannya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya