Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Sepi IPO, BEI Sebut Ada 15 Perusahaan Siap Masuk Pasar

Sepi IPO, BEI Sebut Ada 15 Perusahaan Siap Masuk Pasar Kredit Foto: Uswah Hasanah
Warta Ekonomi, Jakarta -

Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan masih terdapat 15 perusahaan dalam antrean pencatatan saham atau pipeline penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) di tengah minimnya emiten baru yang masuk pasar modal sepanjang tahun ini. Mayoritas perusahaan yang bersiap melantai di bursa disebut berasal dari kategori papan utama.

Tercatat, sepanjang Januari hingga Mei 2026 baru terdapat satu perusahaan yang melaksanakan IPO di pasar modal Indonesia, yakni PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA). Perseroan resmi mencatatkan saham perdana di BEI pada 10 April 2026 dan hingga kini belum terdapat tambahan emiten baru yang masuk ke pasar modal.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan jumlah calon emiten yang berada dalam pipeline dinilai masih cukup terjaga dari sisi pasokan (supply side), meskipun aktivitas IPO pada awal tahun berjalan relatif melambat.

“Di pipeline jumlah supply side potensial kita ada 15. Dengan karakteristik sebagian besar itu adalah perusahaan-perusahaan yang kategori papan utama,” ujar Nyoman saat mendampingi Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Ia menyebut komposisi tersebut menunjukkan minat perusahaan skala besar untuk mengakses pendanaan melalui pasar modal masih terjaga.

“Jadi yang ingin kami sampaikan kepada teman-teman sekalian, dari sisi supply side masih manageable ada 15 dan sebagian besar adalah perusahaan-perusahaan besar,” katanya.

Selain sisi pasokan calon emiten, BEI juga menyoroti pertumbuhan investor domestik yang terus meningkat. Hingga saat ini jumlah investor pasar modal tercatat telah mencapai sekitar 27 juta investor atau bertambah sekitar 6,5 juta hingga 7 juta dibandingkan periode sebelumnya.

Menurut Nyoman, peningkatan jumlah investor tersebut menjadi indikator penguatan sisi permintaan (demand side) pasar modal Indonesia.

“Kemudian dari demand side tadi Ibu Ketua sudah menyampaikan ada penambahan 6,5 sampai 7 juta sampai dengan periode saat ini dengan total 27 juta investor,” ujarnya.

Baca Juga: Isu IPO Anak Usaha Mencuat, Grup Bakrie (DEWA) Buka Suara!

Baca Juga: AEP Nusantara Berencana IPO, Lepas 15% Saham

Ia juga menyoroti kinerja fundamental emiten yang tercatat di bursa. Dari total 957 perusahaan tercatat di BEI, sekitar 85% telah menyampaikan laporan keuangan. Berdasarkan data tersebut, kinerja laba bersih emiten mengalami peningkatan.

“Jumlah perusahaan tercatat yang ada di kita di Bursa Efek Indonesia ada 957, hampir 85% sudah menyampaikan laporan keuangan dan informasi yang dapat saya sampaikan adalah secara fundamental net income dan kemudian dari sisi net profit itu meningkat 21,5%,” katanya.

Menurut BEI, peningkatan kinerja keuangan emiten serta pertumbuhan jumlah investor menjadi faktor yang menopang kondisi pasar modal domestik.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Annisa Nurfitri