Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

MBG dan Kopdes Dinilai Bisa Dongkrak Ekonomi, Tapi Ada Syaratnya

MBG dan Kopdes Dinilai Bisa Dongkrak Ekonomi, Tapi Ada Syaratnya Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Direktur Eksekutif Indikator Politik IndonesiaBurhanuddin Muhtadi, menilai implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi apabila fokus utamanya diarahkan pada kualitas, bukan sekadar kuantitas.

Menurut Burhanuddin, isu ekonomi masih menjadi perhatian utama masyarakat sehingga pemerintah dituntut menghadirkan program yang berdampak langsung terhadap kondisi tersebut. Karena itu, diperlukan evaluasi agar implementasi kebijakan sesuai dengan kebutuhan publik.

“Apa yang diinginkan oleh masyarakat? Isunya adalah economy, economy, and economy. Pertanyaannya apakah kebijakan pemerintah itu sesuai dengan ekspektasi publik atau tidak? Kalau kita lihat di sini sepertinya ada sedikit mismatch,” katanya dalam acara SMBC Indonesia Economic Forum 2026 di Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Selama ini, sektor pendidikan dan kesehatan dinilai sudah mendapatkan persepsi positif dari masyarakat. Terkait program MBG, Burhanuddin mengatakan tingkat persetujuan publik terhadap program tersebut masih berada di atas 50%. Meski demikian, implementasinya perlu memperhatikan kualitas dan ketepatan sasaran.

“Jadi menurut saya MBG, Koperasi Merah Putih itu sebaiknya lebih orientasi ke kualitas bukan kuantitas,” katanya.

Ke depan, pemerintah diharapkan dapat memastikan distribusi MBG benar-benar diprioritaskan ke wilayah yang paling membutuhkan.

“Bukan berapa puluh ribu MBG yang sudah disediakan, tapi pertanyaannya apakah dapur MBG itu ditempatkan di wilayah yang betul-betul membutuhkan?” ujarnya.

Baca Juga: Kopdes Merah Putih Bisa Tekan Risiko Kredit Macet Lewat Metode Ini

Baca Juga: Menkop Tindak Lanjuti Masukan Masyarakat Soal Kondisi dan Lokasi Kopdes Merah Putih

Sementara itu, untuk program Koperasi Desa Merah Putih, Burhanuddin menilai tingkat dukungan masyarakat juga masih berada di atas 50%. Namun, menurut dia, masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu dibenahi agar program tersebut benar-benar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Artinya, yang belum ada Koperasi Desa Merah Putih mungkin masih punya ekspektasi program ini ada efek untuk meningkatkan ekonomi. Tetapi yang sudah, ada banyak catatan,” ujarnya.

Ia menambahkan, perlu ada koreksi dalam implementasi program-program tersebut agar tidak menciptakan ketimpangan dan mengganggu ekosistem lokal, sehingga pelaku UMKM dan pemasok lokal dapat kembali berkembang.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri