Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

ITSEC Asia Resmi Stock Split, Likuiditas Saham Dibidik Naik

ITSEC Asia Resmi Stock Split, Likuiditas Saham Dibidik Naik Kredit Foto: CYBR
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT ITSEC Asia Tbk (IDX: CYBR) memperoleh persetujuan pemegang saham untuk melakukan pemecahan nilai nominal saham (stock split) rasio 1:2 dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar di Jakarta, Kamis (16/4/2026). Perseroan juga mengesahkan perubahan struktur modal dan penyesuaian tata kelola untuk memperkuat fondasi bisnis. 

Dalam keputusan tersebut, nilai nominal saham CYBR berubah dari Rp25 per saham menjadi Rp12,5 per saham. Sejalan dengan aksi korporasi itu, jumlah saham beredar meningkat dari 6.715.248.747 saham menjadi 13.430.497.494 saham. Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan likuiditas perdagangan saham sekaligus memperluas akses investor di pasar modal. 

Selain menyetujui stock split, RUPSLB juga mengesahkan perubahan Pasal 4 Anggaran Dasar terkait modal perseroan. Perseroan menilai penyesuaian tersebut diperlukan sebagai konsekuensi atas bertambahnya jumlah saham setelah pelaksanaan pemecahan saham. 

Pada agenda lain, pemegang saham menyetujui perubahan Pasal 12 Anggaran Dasar mengenai tugas dan wewenang Direksi. Ketentuan baru itu memperjelas mekanisme representasi perseroan, di mana Presiden Direktur atau Wakil Presiden Direktur berwenang mewakili perusahaan, dan dalam kondisi tertentu dapat diwakili dua anggota Direksi lainnya.

RUPSLB juga menerima pemberitahuan wafatnya Bima Kurniawan yang sebelumnya menjabat Direktur Perseroan pada 14 Februari 2026. Perseroan menyampaikan apresiasi atas kontribusi almarhum dan memberikan pembebasan serta pelunasan tanggung jawab atas tindakan pengurusan selama masa jabatannya. 

Rapat menetapkan susunan terbaru Direksi dan Dewan Komisaris untuk melanjutkan sisa masa jabatan. Dewan Komisaris terdiri dari Richardus Eko Indrajit sebagai Presiden Komisaris, Agustinus Nicholas L. Tobing sebagai Komisaris Independen, dan Andri Hutama Putra sebagai Komisaris. Direksi dipimpin Patrick Rudolf Dannacher dengan Marek Bialoglowy serta direktur lainnya. 

Baca Juga: ITSEC (CYBR) Dorong Ekosistem Keamanan Digital Lewat IntelliBron Aman Enterprise

Baca Juga: Laba CYBR Melonjak Tajam, Strategi AI Jadi Kunci

Baca Juga: Bisnis Keamanan Siber Moncer, Laba Itsec Asia (CYBR) Meledak 8.352% di 2025

Presiden Direktur CYBR, Patrick Dannacher, mengatakan keputusan RUPSLB mencerminkan komitmen perseroan memperkuat fondasi usaha sekaligus membuka akses yang lebih luas bagi investor.

“Keputusan dalam RUPSLB ini mencerminkan komitmen kami untuk memperkuat fondasi Perseroan sekaligus membuka akses yang lebih luas bagi investor. Seiring dengan percepatan transformasi digital di Indonesia, kebutuhan terhadap cybersecurity akan semakin meningkat,” ujarnya.  

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Annisa Nurfitri

Advertisement