Kredit Foto: Annisa Nurfitri
PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) resmi menjalankan aksi pemecahan saham (stock split) dengan rasio 1:2 setelah memperoleh persetujuan pemegang saham dan Bursa Efek Indonesia (BEI). Dengan aksi korporasi ini, nilai nominal saham CYBR turun dari Rp25 per saham menjadi Rp12,5 per saham, sehingga harga saham di pasar juga akan menyesuaikan menjadi separuh dari harga sebelumnya.
Manajemen ITSEC Asia menyebut stock split telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 16 April 2026. Perseroan kemudian memperoleh persetujuan pencatatan saham tambahan hasil stock split dari BEI melalui surat tertanggal 6 Mei 2026.
Melalui aksi korporasi tersebut, setiap 1 saham lama CYBR akan dipecah menjadi 2 saham baru. Dengan demikian, investor yang sebelumnya memiliki 1 lot atau 100 saham akan berubah menjadi 200 saham setelah stock split.
Jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh perseroan juga meningkat dua kali lipat, dari sebelumnya 6,71 miliar saham menjadi 13,43 miliar saham. Sementara modal dasar perseroan naik dari 21,76 miliar saham menjadi 43,52 miliar saham.
Jika mengacu pada mekanisme stock split 1:2, maka harga saham CYBR di pasar reguler setelah penyesuaian akan menjadi setengah dari harga penutupan terakhir sebelum tanggal efektif perdagangan saham baru. Dengan kata lain, apabila saham CYBR sebelumnya berada di level Rp800 per saham, maka harga teoritis barunya menjadi sekitar Rp400 per saham.
Perseroan menyatakan tidak terdapat saham pecahan dalam pelaksanaan stock split tersebut.
Selain saham, perseroan juga melakukan penyesuaian terhadap Waran Seri I berkode CYBR-W dengan rasio yang sama, yakni 1:2. Jumlah waran yang belum dilaksanakan meningkat dari 238,69 juta waran menjadi 477,38 juta waran, sementara harga pelaksanaan waran turun dari Rp400 menjadi Rp200 per waran.
Baca Juga: Itsec Asia (CYBR) Siap Stock Split 1:2, Catat Jadwalnya!
Baca Juga: ITSEC Asia Resmi Stock Split, Likuiditas Saham Dibidik Naik
Adapun perdagangan saham CYBR dengan nilai nominal baru di pasar reguler dan pasar negosiasi mulai berlaku pada 13 Mei 2026. Sementara perdagangan saham dengan nominal baru di pasar tunai dimulai pada 19 Mei 2026.
Tanggal pencatatan pemegang saham (recording date) yang berhak memperoleh hasil stock split ditetapkan pada 18 Mei 2026.
Dalam keterbukaan informasi, Direksi dan Dewan Komisaris ITSEC Asia menyatakan bertanggung jawab penuh atas seluruh informasi material terkait pelaksanaan stock split tersebut.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: