Menlu Sugiono Ungkap Status Terkini 9 WNI yang Ditawan Israel, Pastikan akan Kembali ke Tanah Air
Kredit Foto: Badan Komunikasi Pemerintah
Menteri Luar Negeri, Sugiono mengungkap status terkini dari sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam relawan kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2026. Empat dari sembilan di antaranya yang merupakan jurnalis Indonesia tersebut, sempat ditawan oleh militer Israel di perairan laut internasional.
Sugiono menegaskan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) sudah mendapatkan informasi perihal status dari sembilan WNI tersebut. Dia memastikan kesembilan WNI telah dibebaskan oleh militer Israel dan akan kembali ke Tanah Air secepatnya.
"Penangkapan relawan yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla 2.0 saat ini dalam perjalanan meninggalkan wilayah Israel menuju Istanbul, Turki, dan akan segera melanjutkan perjalanan kembali ke Tanah Air," jelas Sugiono dalam tayangan video resmi Kemenlu RI, Kamis (21/5/2026).
Selain itu, Sugiono mewakili pemerintah Indonesia mengapresiasi dukungan penuh pemerintah Turki, dalam membantu upaya pemulangan sembilan WNI tersebut.
"Pemerintah Indonesia menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Turki atas peran aktif dan dukungan penuh dalam memfasilitasi proses pemulangan ini," katanya.
Lebih lanjut, Sugiono juga menegaskan pemerintah Indonesia mengecam tindakan Israel yang tidak manusiawi terhadap relawan Global Sumud Flotilla 2026, termasuk 9 WNI tersebut.
"Tindakan yang merendahkan martabat warga sipil dalam sebuah misi kemanusiaan merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional yang tidak dapat ditoleransi," tegas Sugiono.
Sebelumnya, Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir menuai kecaman setelah memamerkan video perlakuan kasar aparat Israel terhadap para relawan kemanusiaan Global Sumud Flotilla yang berusaha menembus blokade Gaza.
Dalam video yang diunggah melalui akun pribadinya di platform X, tampak aparat Israel menjambak rambut seorang relawan perempuan. Sejumlah aktivis lain dipaksa berlutut hingga bersujud dengan tangan terikat ke belakang, sementara beberapa lainnya terlihat diseret secara paksa.
Baca Juga: Ditahan Militer Israel di Perairan Internasional, 9 WNI Akhirnya Dibebaskan
Ben Gvir bahkan tampak tertawa sambil mengibarkan bendera Israel dalam video tersebut.
“Selamat datang di Israel,” tulis Ben Gvir.
Armada Global Sumud Flotilla sebelumnya berangkat dari Turki pada Kamis (14/5/2026) dengan membawa misi kemanusiaan untuk Gaza. Rombongan yang terdiri dari 50 kapal itu kemudian dicegat aparat Israel di perairan internasional.
Sebanyak 430 relawan dibawa paksa menuju Pelabuhan Ashdod pada Rabu (20/5/2026). Dalam rombongan tersebut terdapat sembilan Warga Negara Indonesia (WNI).
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Muhammad Farhan Shatry
Editor: Annisa Nurfitri