Viral Ada Prediksi Presiden Prabowo Bakal Lengser Tahun Ini, Polymarket: Mei, Juni atau Desember
Kredit Foto: Istimewa
Nama Presiden Prabowo Subianto menjadi sorotan publik setelah muncul sebagai objek pasar prediksi di platform Polymarket.
Perbincangan itu ramai di media sosial X usai akun resmi Polymarket mengunggah pasar baru bertajuk “Prabowo Subianto out as President of Indonesia by…?” pada Kamis (21/5/2026).
Baca Juga: Amerika dan Israel Frustrasi Soal Iran, Terungkap Lewat Telepon Dramatis Netanyahu-Trump
Ia sendiri memberikan piliha berupa Mei, Juni hingga Desember 2026. Unggahan tersebut langsung memicu perhatian luas karena menyangkut posisi kepala negara Indonesia yang dijadikan objek prediksi berbasis transaksi pasar digital.
“NEW POLYMARKET: Prabowo Subianto out as President of Indonesia by…?” tulis akun resmi Polymarket di platform X.
Berdasarkan laman resminya, pasar prediksi tersebut memungkinkan pengguna memperdagangkan peluang mengenai kemungkinan Prabowo tidak lagi menjabat sebagai Presiden Indonesia dalam rentang waktu tertentu.
Sistem di Polymarket bekerja dengan mekanisme pembelian posisi “Yes” atau “No”. Harga tiap posisi akan berubah mengikuti aktivitas transaksi pengguna dan mencerminkan probabilitas versi pasar.
Polymarket sendiri dikenal sebagai platform prediction market global yang memperdagangkan prediksi berbagai peristiwa dunia, mulai dari politik, olahraga, ekonomi, teknologi, hingga isu geopolitik internasional.
Kemunculan pasar prediksi terkait Presiden Indonesia itu memicu berbagai respons di media sosial. Sejumlah pengguna X mempertanyakan siapa pihak yang membuat pasar tersebut dan alasan posisi Presiden Indonesia dijadikan bahan spekulasi publik.
Sorotan juga muncul karena isu tersebut dianggap berkaitan dengan stabilitas politik dan simbol kenegaraan Indonesia.
Hingga kini belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Indonesia terkait kemunculan pasar prediksi tersebut.
Dalam penjelasan di situsnya, Polymarket menyebut layanan internasionalnya beroperasi secara independen dan tidak berada di bawah regulasi Commodity Futures Trading Commission (CFTC) Amerika Serikat.
Platform itu juga mencantumkan peringatan bahwa aktivitas perdagangan prediksi memiliki risiko tinggi, termasuk potensi kerugian finansial bagi pengguna.
Baca Juga: Prabowo 'Kasih' Bandara Kertajati ke Amerika Serikat, Efek Tawaran Menggiurkan Rezim Trump
Perbincangan soal pasar prediksi terkait Prabowo hingga kini masih terus bergulir di media sosial dan memunculkan beragam spekulasi publik.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: