BNI Optimis Aturan Baru DHE SDA Perkuat Rupiah dan Ekonomi Nasional
Kredit Foto: Istimewa
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menyatakan dukungannya terhadap penerapan aturan baru terkait Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) mulai 1 Juni 2026. Kebijakan tersebut dinilai dapat memperkuat nilai tukar rupiah sekaligus menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian nasional.
Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, mengatakan kebijakan retensi 100% DHE SDA yang ditempatkan di Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) akan meningkatkan pasokan valuta asing (valas) di pasar domestik dan memperkuat ketahanan eksternal Indonesia.
“Kami mendukung penuh langkah pemerintah dan Bank Indonesia dalam memperkuat ketahanan eksternal melalui optimalisasi DHE SDA. Kebijakan ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan pasokan valas di pasar domestik dan memperkuat peran Himbara sebagai agent of development,” kata Okki dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat (22/5/2026).
Aturan baru tersebut mewajibkan para eksportir untuk menempatkan seluruh dana DHE SDA di Himbara selama satu tahun. Aturan baru berbeda dengan ketentuan sebelumnya yang membebaskan penempatan dana di bank dalam negeri mana pun.
Selain itu, kebijakan baru juga akan membatasi porsi konversi devisa ke rupiah oleh eksportir dengan batas maksimal sampai 50%.
Sebagai salah satu bank milik negara yang aktif mendampingi pelaku ekspor, BNI menyatakan siap mendukung implementasi aturan baru tersebut. Perseroan mengandalkan pengalaman panjang dan jaringan internasional yang luas untuk mengoptimalkan pengelolaan dana DHE SDA.
BNI juga telah melakukan sosialisasi kepada nasabah eksportir sumber daya alam terkait mekanisme baru yang akan diterapkan. Selain itu, perseroan menyiapkan relationship manager khusus serta memperkuat layanan digital melalui fitur DHE SDA pada platform BNIdirect.
Baca Juga: BNI Tegaskan Komitmen Pembinaan Atlet Bulu Tangkis Lewat Thailand Open 2026
“Kami telah proaktif melakukan sosialisasi kepada nasabah eksportir SDA terkait mekanisme baru ini. BNI juga menyiapkan relationship manager khusus serta penguatan solusi keuangan digital melalui BNIdirect fitur DHE SDA untuk mendukung proses, monitoring, reporting ke pemerintah serta pengelolaan transaksi DHE SDA secara lebih terintegrasi, efisien, dan seamless, sehingga nasabah eksportir dapat menjaga dan mengatur cash flow supaya lebih optimal,” tambahnya.
Ke depan, seiring implementasi aturan baru tersebut, BNI mulai menyiapkan strategi khusus untuk mengelola dana ini melalui penguatan layanan digital cash management, layanan tresuri, optimalisasi instrumen investasi, hingga kesiapan menjadi mitra utama pemerintah dan eksportir dalam distribusi instrumen SBN valas domestik khusus DHE SDA.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Cita Auliana
Editor: Dwi Aditya Putra