Khawatirkan Ketegangan, Menlu AS Tegaskan Perlu Ada 'Rencana B' di Selat Hormuz
Kredit Foto: Istimewa
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Marco Rubio, menilai perlu adanya opsi cadangan atau "rencana B" untuk membuka kembali jalur pelayaran Selat Hormuz. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah adanya potensi hambatan dalam upaya menormalkan kembali kawasan strategis tersebut.
Rubio mengaku telah membicarakan skenario mitigasi ini bersama dengan sejumlah negara sekutu NATO. Komunikasi dilakukan guna mengantisipasi tantangan serta kemungkinan buruk yang dapat terjadi di lapangan sewaktu-waktu.
"Kita harus memiliki rencana B jika seseorang menembak," kata Marco Rubio kepada wartawan di Helsingborg, Swedia, Jumat, 22 Mei 2026.
"Pada suatu titik, idealnya mereka membuka selat itu. Rencana B harus mencakup, bagaimana jika Iran mengatakan, 'tidak, kami menolak membuka Selat itu?'," ujarnya memaparkan potensi risiko.
Diplomat senior tersebut menambahkan bahwa negara-negara internasional termasuk AS dituntut untuk segera mengambil tindakan nyata atas persoalan ini. Kendati demikian, dirinya belum memberikan pernyataan penegasan apakah aliansi militer NATO harus terlibat secara langsung atau tidak.
Terkait perkembangan diplomasi di lapangan, Rubio mengungkapkan bahwa tim negosiator dari AS saat ini tengah berhadapan dengan pihak-pihak yang dinilai sulit. Proses negosiasi diakui telah menunjukkan sedikit progres, walaupun hasil akhir untuk mencapai kesepakatan bersama masih belum sepenuhnya tercapai.
"Ada beberapa kemajuan - kita belum sampai di sana, semoga itu akan berubah, tetapi mungkin tidak," pungkasnya merujuk pada situasi negosiasi terkini.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy
Tag Terkait: