Selat Hormuz Memanas! Korea Selatan Siapkan Respons usai Kapal Kargo Diserang secara Misterius
Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
Ketegangan di Selat Hormuz kembali meningkat setelah kapal kargo milik Korea Selatan menjadi sasaran serangan misterius di jalur pelayaran paling vital di dunia tersebut. Insiden ini memicu kekhawatiran baru terhadap stabilitas keamanan maritim global sekaligus potensi eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Pemerintah Korea Selatan melalui Blue House menyatakan tengah menyiapkan langkah respons setelah pelaku serangan berhasil diidentifikasi secara pasti. Seoul juga menegaskan bahwa serangan terhadap kapal sipil tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.
Kapal bernama Namu yang dioperasikan oleh HMM Co. dilaporkan mengalami kerusakan cukup serius usai dihantam serangan yang memicu kebakaran di ruang mesin. Serangan tersebut terjadi ketika kapal melintas di perairan lepas pantai Uni Emirat Arab.
Tim ahli Korea Selatan kemudian melakukan investigasi forensik saat kapal bersandar di Dubai untuk mengidentifikasi sumber kerusakan. Hasil pemeriksaan menemukan adanya hantaman kuat pada bagian buritan kiri atau port stern kapal.
“Kami mengecam tindakan ini dengan istilah yang paling keras. Ini adalah serangan terhadap kapal komersial yang tidak dapat dibenarkan,” tegas Penasihat Keamanan Nasional Korea Selatan, Wi Sung-lac dalam pengarahan pers, Senin (11/5/2026).
Pemerintah Korea Selatan menegaskan kapal Namu tidak melakukan pelanggaran apa pun ketika melintasi kawasan tersebut. Karena itu, Seoul menilai insiden tersebut murni sebagai tindakan provokasi ilegal terhadap kapal sipil.
Meski mengecam keras serangan tersebut, Korea Selatan masih memilih pendekatan diplomatik dan berhati-hati dalam menentukan pihak yang bertanggung jawab. Blue House menyebut hingga kini belum ada bukti final yang memastikan keterlibatan Iran dalam insiden tersebut.
Baca Juga: Negara Asia Wajib Waspada, Chevron Peringatkan Krisis Minyak Akibat Penutupan Selat Hormuz
Sementara itu, Kedutaan Besar Iran di Korea Selatan juga belum memberikan sikap resmi terkait tuduhan yang berkembang. Teheran hanya menyatakan akan menyampaikan pembaruan apabila sudah menerima informasi lebih lanjut dari pemerintah pusat Iran.
Insiden terbaru ini kembali menambah ketegangan di Selat Hormuz yang selama ini dikenal sebagai jalur distribusi energi paling strategis di dunia. Kawasan tersebut sebelumnya juga kerap menjadi titik panas konflik dan tuduhan serangan terhadap kapal-kapal komersial internasional.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama
Tag Terkait: