Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Israel Tembaki Nelayan Palestina di Laut Gaza, Tiga Orang Dilaporkan Terluka

Israel Tembaki Nelayan Palestina di Laut Gaza, Tiga Orang Dilaporkan Terluka Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Sebuah video yang memperlihatkan pasukan Israel menembaki kapal nelayan Palestina di perairan dekat Gaza viral di media sosial dan memicu sorotan internasional.

Video tersebut diunggah akun X @PalinfoAr dan disebut merekam momen ketika kapal militer Israel melepaskan tembakan ke arah perahu nelayan di lepas pantai Kota Gaza pada malam hari.

Baca Juga: Siksaan Israel Terhadap 9 WNI Relawan Gaza Bikin Menlu RI Meledak

Keterangan video yang dikutip media internasional menyebut rekaman itu mendokumentasikan pasukan pendudukan Israel yang membuka tembakan ke kapal-kapal nelayan Palestina.

Menurut laporan Al Jazeera, para nelayan Palestina hingga kini masih menghadapi ancaman serius saat mencoba mencari nafkah di tengah perang berkepanjangan di Gaza.

Laporan di lapangan menyebut tiga nelayan Palestina terluka pada Minggu setelah kapal angkatan laut Israel menembaki perahu mereka di perairan dekat Kota Gaza.

Rekaman penembakan tersebut juga dibagikan oleh Palestinian Information Center melalui media sosial X.

Insiden itu kembali memperlihatkan situasi berbahaya yang dihadapi warga sipil Palestina, termasuk nelayan yang tetap melaut demi bertahan hidup di tengah blokade dan konflik bersenjata.

Perairan Gaza sendiri selama bertahun-tahun menjadi salah satu wilayah dengan pengawasan militer ketat dari Israel.

Nelayan Palestina kerap menghadapi pembatasan wilayah tangkap hingga ancaman penembakan ketika berada di laut.

Insiden penembakan nelayan ini terjadi di tengah meningkatnya sorotan internasional terhadap tindakan militer Israel dalam konflik Gaza.

Sebelumnya, angkatan laut Israel juga mencegat sekitar 50 kapal bantuan internasional yang hendak menuju Gaza dan menahan sekitar 430 aktivis dari berbagai negara.

Kasus tersebut memicu kritik dari sejumlah negara Eropa.

Pemerintah Jerman menyatakan beberapa warga negaranya mengalami luka fisik dan dugaan pelanggaran serius selama penahanan oleh Israel.

Sementara itu, sejumlah aktivis asal Perancis dilaporkan mengalami cedera serius hingga harus menjalani perawatan medis di Turkiye.

Israel membantah seluruh tuduhan kekerasan tersebut.

Pihak layanan penjara Israel menyatakan semua tahanan diperlakukan sesuai hukum dan hak dasar mereka tetap dihormati.

“Tuduhan yang dilayangkan adalah salah dan sama sekali tanpa dasar faktual,” kata juru bicara layanan penjara Israel.

Baca Juga: Timur Tengah Sengsara Gegara Miskalkulasi Amerika Soal Serangan ke Iran, Kata Pengamat

Meski demikian, berbagai rekaman dan kesaksian yang terus bermunculan membuat perhatian dunia internasional terhadap situasi kemanusiaan di Gaza semakin meningkat.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Tag Terkait: