Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Tak Hanya Perempuan, WNI Relawan Global Sumud Flotilla 2.0 Sebut Ada Pelecehan Seksual pada Laki-Laki

Tak Hanya Perempuan, WNI Relawan Global Sumud Flotilla 2.0 Sebut Ada Pelecehan Seksual pada Laki-Laki Kredit Foto: Instagram/Menlu RI
Warta Ekonomi, Jakarta -

Sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 akhirnya tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (24/5/2026). 

Sebelumnya, mereka ditangkap militer Israel di perairan Siprus, Mediterania Timur, pada Senin (18/5/2026), sebelum kemudian dijemput otoritas Turki pada Kamis (21/5/2026).

Konsul Jenderal RI di Istanbul, Darianto Harsono, pada Jumat (22/5/2026) mengungkapkan, berdasarkan keterangan para WNI, mereka mengalami tindakan kekerasan selama menjalani penahanan di Pelabuhan Ashdod dan pusat detensi imigrasi Israel.

Bentuk kekerasan yang dialami disebut berupa pemukulan hingga penyetruman listrik.

"Mereka selama tiga sampai empat hari mengalami kekerasan fisik. Ada yang ditendang, dipukul ataupun disetrum," ujar Darianto.

Setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, aktivis Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), Herman Budianto Sudarsono, turut menceritakan pengalaman yang dialami para relawan selama penahanan.

Menurut Herman, para relawan mengalami tindakan kekerasan sejak proses penangkapan hingga masa penahanan yang berlangsung sekitar empat hari. Ia menyebut sejumlah relawan mengalami cedera berat, mulai dari patah tulang rusuk, tangan, hingga kaki. 

Herman juga menyebut adanya korban yang terkena tembakan serta dugaan kasus pelecehan seksual terhadap relawan laki-laki maupun perempuan.

Selain itu, Herman menggambarkan kondisi penahanan yang menurutnya tidak manusiawi. Para relawan disebut dipaksa berjalan merangkak dan terus menunduk. Mereka juga harus tidur di lantai tanpa selimut dalam kondisi pakaian dan lingkungan yang basah.

Baca Juga: Turki yang Jemput 9 WNI Relawan Global Sumud Flotilla dari Israel, Bakal Diperiksa di Istanbul dan Pulang ke Tanah Air

Kesaksian serupa disampaikan relawan Indonesia lainnya, Andi Angga Prasadewa. Melalui GPCI, Angga menyebut kapal yang ditumpanginya menjadi armada pertama yang diintersepsi militer Israel.

Ia juga mengaku melihat salah seorang rekannya terkena tembakan peluru karet saat proses penyergapan berlangsung.

Sebelum sampai di Indonesia hari ini, para relawan Indonesia sebelumnya melakukan pemeriksaan di Istanbul. Relawan dari Indonesia dan beberapa negara lain menjalani pemeriksaan medis di rumah sakit forensik sebelum akhirnya dipulangkan ke negara masing-masing.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: