Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Iran Pegang Semua Kartu, Ekonomi Dunia Bisa Runtuh

Iran Pegang Semua Kartu, Ekonomi Dunia Bisa Runtuh Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Perundingan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran tengah menjadi sorotan dunia dan ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial, khususnya X..

Akun @adamemedia1, kreator konten sekaligus jurnalis independen, menilai bahwa Iran memegang seluruh kekuatan tawar, sementara Presiden AS Donald Trump tidak memiliki leverage sama sekali.

“Iran holds ALL the cards. The Trump regime has NO leverage (Iran memegang SEMUA kartu. Rezim Trump TIDAK memiliki kekuatan tawar apa pun),” tulisnya, Senin (25/5).

Menurutnya, hanya ada dua kemungkinan yang bisa terjadi dalam kesepakatan diplomatik tersebut: Trump segera menyerah dan memberikan apa yang diinginkan Iran, atau kesepakatan tertunda berbulan-bulan hingga bertahun-tahun yang berpotensi membuat ekonomi dunia runtuh dan Barat bangkrut.

“This means there are two possibilities. 1. A deal is made soon. Trump caves and gives Iran what they want. 2. A deal is made months or years later. The world economy collapses. Permanent damage. The west goes broke. Trump caves and gives Iran what they want,” tandasnya.

Sebagai informasi, AS dan Iran dikabarkan tengah menyusun nota kesepahaman (MoU) sebagai kerangka awal perdamaian. Media internasional dan pejabat terkait melaporkan bahwa kerangka awal kesepakatan damai ini sebenarnya sudah mencapai kisaran 95 persen.

Dokumen sementara yang sedang diselesaikan mencakup kesepakatan perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari. Waktu dua bulan ini akan dipakai untuk menyelesaikan poin-poin perselisihan yang tersisa.

Baca Juga: AS–Iran Dekat Kesepakatan, Bursa Asia Meroket, IHSG Menanti Efek Positif

Baca Juga: Ramai Lagu MBG Bahlil Ganteng, Brent Crude Oil Terjun Bebas ke USD 98

Poin utama yang disepakati adalah pembukaan Selat Hormuz. Iran setuju untuk membuka kembali Selat Hormuz secara bertahap bagi kapal logistik. Jalur laut krusial ini sempat terblokade akibat perang dan melumpuhkan 20% pasokan minyak dunia.

Sebagai imbalannya, AS melonggarkan tekanan dengan mengizinkan Iran kembali menjual minyak mentah secara bebas serta mencairkan aset-aset keuangan Iran yang sempat dibekukan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

Tag Terkait: