Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

AS–Iran Dekat Kesepakatan, Bursa Asia Meroket, IHSG Menanti Efek Positif

AS–Iran Dekat Kesepakatan, Bursa Asia Meroket, IHSG Menanti Efek Positif Kredit Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Warta Ekonomi, Jakarta -

Penulis buku best seller tentang trading dan investasi, Desmond Wira, menantikan efek positif bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) seiring kabar Amerika Serikat (AS) dan Iran yang semakin dekat mencapai kesepakatan diplomatik.

Kesepakatan tersebut mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur vital bagi pasokan minyak dunia. Optimisme ini memicu penguatan pasar, tercermin dari bursa Asia yang bergerak positif.

“Pasar saham Asia bergerak menguat, seiring AS dan Iran dilaporkan semakin dekat untuk mencapai kesepakatan guna membuka kembali Selat Hormuz. Yang sudah buka pagi ini, Nikkei: +2,85%, S&P/ASX 200: +0,05%,” tulis Desmond di akun X pribadinya, Senin (25/5).

Meski demikian, kurangnya kejelasan mengenai kapan Selat Hormuz benar-benar dibuka membuat pelaku pasar tetap waspada. Dow Futures tercatat naik +0,58%, sementara harga minyak WTI anjlok -6% ke level USD 94 per barel.

"Mungkin bisa berharap IHSG menguat terbatas pada hari ini. Btw status masih downtrend ya. Perkembangan geopolitik Timur Tengah masih sangat dinamis. Tetap safe trading," pungkasnya.

Sebagai informasi, AS dan Iran sedang menyusun nota kesepahaman (MoU) sebagai kerangka awal perdamaian. Media internasional dan pejabat terkait melaporkan bahwa kerangka awal kesepakatan damai ini sebenarnya sudah mencapai kisaran 95 persen.

Dokumen sementara yang sedang diselesaikan mencakup kesepakatan perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari. Waktu dua bulan ini akan dipakai untuk menyelesaikan poin-poin perselisihan yang tersisa.

Baca Juga: Sentimen Damai AS-Iran Menguat, Harga Minyak Dunia Jatuh ke Level Terendah

Baca Juga: Senator Amerika Akui Negaranya Gagal Tekuk Iran: Mereka Justru Makin Kuat Setelah Perang

Poin utama yang disepakati adalah pembukaan Selat Hormuz. Iran setuju untuk membuka kembali Selat Hormuz secara bertahap bagi kapal logistik. Jalur laut krusial ini sempat terblokade akibat perang dan melumpuhkan 20% pasokan minyak dunia.

Sebagai imbalannya, AS melonggarkan tekanan dengan mengizinkan Iran kembali menjual minyak mentah secara bebas serta mencairkan aset-aset keuangan Iran yang sempat dibekukan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya