Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Iran Tuduh Israel Terus Dorong Perang Saat Negosiasi dengan AS Berjalan

Iran Tuduh Israel Terus Dorong Perang Saat Negosiasi dengan AS Berjalan Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri perang di Timur Tengah mulai menunjukkan perkembangan baru. Namun di tengah proses diplomasi tersebut, Iran justru memperingatkan adanya potensi langkah Israel yang disebut bisa menggagalkan kesepakatan damai.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Ismaeil Baghaei menilai Israel terus berupaya mendorong konflik agar perang tetap berlanjut. Teheran bahkan menuding pemerintah Israel aktif memengaruhi opini publik dan pejabat Amerika Serikat agar negosiasi dengan Iran tidak mencapai titik damai.

“Entitas Zionis melakukan segala upaya untuk merusak kesepakatan ini dan kami memperkirakan akan ada sejumlah tindakan dari Israel,” ujar Baghaei seperti dikutip Al Jazeera.

Pernyataan tersebut muncul ketika pembicaraan antara Washington dan Teheran disebut mulai menemukan kemajuan dalam sejumlah isu penting. Meski begitu, Iran menegaskan proses menuju kesepakatan akhir masih jauh dari selesai dan situasi tetap sangat rapuh.

Baghaei mengatakan sebagian besar isu utama dalam negosiasi memang sudah mulai menemukan titik temu. Namun ia menolak anggapan bahwa penandatanganan kesepakatan damai tinggal menunggu waktu.

“Benar bahwa kami telah mencapai kesimpulan atas sebagian besar isu yang sedang dibahas,” kata Baghaei.

“Namun mengatakan bahwa itu berarti penandatanganan kesepakatan sudah di depan mata, tidak ada seorang pun yang bisa membuat klaim seperti itu,” lanjutnya.

Iran juga mengisyaratkan kekhawatiran terhadap langkah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang disebut terus mendesak Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mempertahankan tekanan militer terhadap Teheran. Netanyahu bahkan dilaporkan berkali-kali menegaskan operasi militer Israel belum benar-benar selesai meski gencatan senjata masih berlangsung.

Situasi ini membuat Iran menilai ancaman eskalasi perang masih terbuka kapan saja. Teheran menyebut tidak ada satu pun kemungkinan yang bisa dikesampingkan selama Israel terus mendorong narasi permusuhan di kawasan Timur Tengah.

Selain isu perang, Iran juga menegaskan tetap akan mengelola jalur strategis Selat Hormuz dengan menerapkan biaya layanan terhadap kapal-kapal yang melintas. Teheran membantah tudingan bahwa mereka sedang memungut tarif sepihak terhadap pelayaran internasional.

Baca Juga: Tak Tinggal Diam, Global Sumud Flotilla Bakal Serang Balik Israel Lewat Langkah-Langkah Ini

Menurut Iran, biaya tersebut merupakan bagian dari layanan navigasi, perlindungan lingkungan, dan pengamanan jalur maritim di Selat Hormuz, Teluk Persia, hingga Laut Oman. Jalur ini diketahui menjadi salah satu rute energi paling penting di dunia.

Ketegangan antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat kini masih menjadi perhatian global karena berpotensi memengaruhi stabilitas kawasan hingga harga energi dunia. Di tengah negosiasi yang belum pasti, ancaman konflik baru masih membayangi Timur Tengah.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama