Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Amerika Serikat Lancarkan Serangan Mendadak ke Iran Saat Gencatan Senjata Masih Berlaku

Amerika Serikat Lancarkan Serangan Mendadak ke Iran Saat Gencatan Senjata Masih Berlaku Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Militer Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan ke Iran meski gencatan senjata antara kedua negara masih berlangsung dan negosiasi perdamaian belum selesai.

Serangan mendadak itu dilakukan di wilayah selatan Iran dan kawasan sekitar Strait of Hormuz pada Senin waktu setempat.

Baca Juga: Senator Amerika Akui Negaranya Gagal Tekuk Iran: Mereka Justru Makin Kuat Setelah Perang

Komando Pusat Militer Amerika Serikat, US Central Command (CENTCOM) mengklaim operasi tersebut merupakan “serangan membela diri” untuk melindungi pasukan Amerika dari ancaman Iran.

Juru bicara CENTCOM, Timothy Hawkins mengatakan sasaran operasi mencakup lokasi peluncuran rudal Iran dan kapal-kapal yang diduga hendak memasang ranjau laut.

“Pasukan AS melakukan serangan membela diri di Iran selatan hari ini untuk melindungi pasukan kami dari ancaman yang ditimbulkan pasukan Iran,” kata Hawkins kepada CNN.

Menurutnya, target serangan juga mencakup kapal Iran yang disebut mencoba menempatkan ranjau di sekitar Selat Hormuz.

“US Central Command terus mempertahankan pasukan kami sambil tetap menahan diri selama gencatan senjata berlangsung,” ujarnya.

Serangan tersebut langsung memicu sorotan karena terjadi ketika Washington dan Teheran masih menjalani proses negosiasi untuk mengakhiri konflik.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur pelayaran minyak paling vital di dunia dan menjadi titik sensitif dalam konflik antara Iran dan Amerika Serikat.

Sebelumnya, pasukan AS dan Iran juga sempat beberapa kali terlibat baku serang selama masa gencatan senjata.

Pada awal Mei lalu, militer Amerika juga menyerang fasilitas militer Iran yang dituduh bertanggung jawab atas serangkaian serangan rudal, drone, dan kapal kecil terhadap kapal perang Amerika di kawasan tersebut.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sebelumnya telah memberi otorisasi kepada militer AS untuk merespons setiap provokasi Iran di sekitar Selat Hormuz.

Baca Juga: Prabowo Akan Libatkan Warga Negara Asing di Family Office Indonesia, Siapa Sosoknya?

Meski Washington menyebut operasi terbaru sebagai langkah defensif, serangan mendadak itu berpotensi kembali memperkeruh situasi Timur Tengah yang hingga kini masih diliputi ketegangan tinggi.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Tag Terkait: