Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Selain itu, Chery juga berencana mulai menjual kendaraan di Kanada pada akhir tahun ini dengan fokus pemasaran di wilayah British Columbia, Ontario, dan Quebec.
Guibing mengatakan rencana ekspansi ke Amerika Serikat nantinya sangat bergantung pada kebijakan pemerintah AS dan China, termasuk kesiapan internal perusahaan.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump sempat menyatakan keterbukaannya terhadap merek otomotif China, dengan syarat perusahaan tersebut memproduksi kendaraan di AS dan melibatkan tenaga kerja lokal.
Meski begitu, wacana masuknya mobil China ke pasar Amerika Serikat masih mendapat penolakan dari kalangan politik, baik Partai Republik maupun Partai Demokrat.
Baca Juga: Resmi Mengaspal di Jakarta, SUV Listrik Chery Q Unggulkan Pengisian Daya Super Cepat
Bahkan bulan lalu, puluhan anggota DPR dari Partai Demokrat mengirim surat kepada Trump agar mengambil langkah tegas untuk mencegah merek mobil China memasarkan kendaraannya di AS.
Mereka menilai kehadiran produsen otomotif China berpotensi menjadi ancaman serius bagi industri otomotif lokal dan dapat melemahkan sektor manufaktur Amerika Serikat.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Fajar Sulaiman
Tag Terkait: