Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

PLN Rogoh Kocek Rp195,2 Triliun untuk Beli Listrik Swasta, Berikut 10 IPP Terbesar

PLN Rogoh Kocek Rp195,2 Triliun untuk Beli Listrik Swasta, Berikut 10 IPP Terbesar Kredit Foto: PLN IP
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT PLN (Persero) mencatat realisasi beban pembelian tenaga listrik dari pengembang swasta atau Independent Power Producers (IPP) sebesar Rp195,21 triliun sepanjang tahun buku 2025. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 9,28% dibandingkan periode tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp178,63 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian tahun 2025 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan (PwC), pos pembelian tenaga listrik dari swasta menjadi salah satu komponen biaya terbesar. Pos ini beradadi posisi kedua setelah biaya bahan bakar dan pelumas yang mencapai Rp198,61 triliun.

Secara akumulatif, total keseluruhan beban usaha PLN pada tahun 2025 mencapaiRp533,46 triliun. Gabungan antara biaya bahan bakar serta beban pembelian tenaga listrik swasta tersebut mendominasi struktur pengeluaran dengan porsi sekitar 73,8% dari total beban usaha perseroan.

Di sisi pendapatan, PLN membukukan total pendapatan usaha sebesar Rp582,68triliun sepanjang tahun 2025. Realisasi ini ditopang oleh penjualan tenaga listrik senilai Rp367,09 triliun, serta didukung oleh pendapatan subsidi listrik Pemerintah sebesar Rp87,46 triliun dan pendapatan kompensasi sebesar Rp112,73 triliun.

Meskipun pendapatan tumbuh, peningkatan beban operasi dan faktor non-operasional memengaruhi capaian laba. Laba usaha PLN tercatat sebesar Rp49,23 triliun, turun dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp60,62 triliun. Setelah dikurangi beban keuangan dan kerugian kurs mata uang asing bersih sebesar Rp12,46 triliun, PLN membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp7,26 triliun. Angka ini mengalami penurunan dibandingkan perolehan tahun 2024 yang sebesar Rp21,23 triliun.

Baca Juga: Blackout di Sumatra, DPR Desak PLN Beri Kompensasi Otomatis Hingga 500 Persen

Baca Juga: Utang Bank Jangka Pendek PLN Melonjak 167% di 2025

Merujuk pada catatan atas laporan keuangan (CALK) dalam Laporan Keuangan PLN, berikut adalah daftar 10 pengembang swasta (IPP) dengan nilai realisasi beban pembelian tenaga listrik terbesar selama tahun 2025:

1.  PT Paiton Energy: Rp16,84 triliun

2.  PT Bhumi Jati Power: Rp15,04 triliun

3.  PT Bhimasena Power Indonesia: Rp11,31 triliun

4.  PT Jawa Power: Rp8,85 triliun

5.  PT Jawa Satu Power: Rp8,18 triliun

6.  PT Cirebon Energi Prasarana: Rp6,89 triliun

7.  PT Huadian Bukit Asam Power: Rp6,13 triliun

8.  PT Lestari Banten Energi: Rp4,41 triliun

9.  PT Cirebon Electric Power: Rp3,70 triliun

10. PT General Energi Bali: Rp3,61 triliun

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra