- Home
- /
- Government
- /
- Government
Prabowo Sampai 4 Kali ke Prancis, Gerindra Bongkar Misi Besar di Baliknya
Kredit Foto: BPMI
Perjalanan Presiden Prabowo Subianto ke Prancis kembali menjadi sorotan publik. Diketahui, ini merupakan kunjungan keempat sejak ia menjabat sebagai orang nomor wahid di Indonesia.
Di balik lawatan tersebut, Partai Gerindra pun menegaskan ada misi besar yang sedang dimainkan Indonesia di panggung global.
Juru Bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso, menyebut kunjungan Prabowo untuk bertemu Presiden Prancis Emmanuel Macron bukan sekadar agenda seremonial biasa. Menurutnya, langkah itu merupakan bagian dari strategi besar memperkuat posisi Indonesia di tengah ketegangan geopolitik dunia.
"Indonesia tidak sekadar berkunjung. Pak Prabowo sedang mengonversi keunggulan komoditas nikel dan posisi geopolitik kita menjadi investasi nyata dan benteng keamanan sebelum jendela peluang global ini tertutup," kata Sugiat dalam keterangannya, dikutip Jumat (29/5/2026).
Sugiat menjelaskan, arah politik luar negeri Prabowo mengusung konsep diplomasi ofensif. Strategi tersebut dinilai lebih proaktif dalam memperjuangkan kepentingan nasional sekaligus mengantisipasi berbagai krisis global yang bisa berdampak pada Indonesia.
Baca Juga: Prabowo Bolak-balik Prancis Meski Idul Adha, DPR: Bukti Kepentingan Rakyat di Atas Segala-galanya
Menurut dia, Prabowo memilih bergerak lebih cepat dibanding hanya menunggu tekanan negara-negara besar dunia.
"Prabowo melangkah lebih awal sebelum didikte oleh negara lain. Dia mengambil posisi tegas dalam menyatakan kedaulatan, posisi politik, dan membela warga negaranya dengan terukur," ujarnya.
Ia juga menilai kunjungan ke Prancis menjadi simbol kuat bahwa Indonesia tetap berdiri dengan politik luar negeri bebas aktif tanpa berpihak pada kekuatan global tertentu.
"Kunjungan ke Prancis ini bukti nyata politik Bebas-Aktif yang berwibawa. Indonesia tidak mengekor ke Amerika, tidak tunduk ke China, dan tidak takut pada tekanan NATO saat berhubungan dengan Rusia demi mengamankan pasokan minyak dan LPG murah untuk rakyat," terangnya.
Gerindra bahkan menyebut langkah Prabowo saat ini sebagai bentuk strategi keseimbangan geopolitik tingkat tinggi atau hedging agar Indonesia memiliki posisi tawar kuat di mata dunia.
Baca Juga: Presiden Prabowo dan Presiden Macron Bahas Kerja Sama Pertahanan hingga IEU-CEPA di Istana Élysée
"Pak Prabowo sedang mempraktikkan hedging (keseimbangan geopolitik) tingkat tinggi agar Indonesia tidak bisa diabaikan oleh kekuatan dunia mana pun," imbuh Sugiat.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: