Yang Bikin Tim Roy Suryo Yakin Soal Ijazah Jokowi Palsu: Pidato di Dies Natalis UGM 2017
Kredit Foto: Istimewa
Polemik Ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) kembali memanas menyusul terbukanya informasi baru terkait hal tersebut, salah satunya adalah pidato politikus itu di Dies Natalis ke-68 Universitas Gadjah Mada (UGM) 2017.
Kuasa Hukum Roy Suryo, Refly Harun mengatakan pidato tersebut justru menjadi salah satu alasan yang membuat timnya semakin yakin terdapat kejanggalan yang layak dipertanyakan oleh publik soal keaslian ijazah dari Jokowi.
Baca Juga: PDIP Bisa Jadi Kunci Selamatnya Prabowo, Namun Tertahan Orang Jokowi di Istana
Refly menyoroti perbedaan antara pernyataan mantan presiden itu di hadapan civitas akademika dengan penjelasan Kasmudjo. Baginya, perbedaan keterangan itu menjadi bagian penting dalam rangkaian polemik yang hingga kini masih menjadi perhatian masyarakat.
"Bagaimana mungkin anda mengatakan, saya ingat betul dosen pembimbing saya ini galak orangnya, saya bimbingan bolak-balik, bolak-balik. Tiba-tiba, sekarang dia bantah," kata Refly, dikutip Jumat (31/7/2026).
Sorotan Refly berpusat pada pidato dari Jokowi di Dies Natalis ke-68 UGM pada Desember 2017. Dalam kesempatan tersebut, mantan presiden menyampaikan rasa terima kasih kepada Kasmudjo. Hal itu dilakukannya mengenang proses penyusunan skripsinya.
"Saya lupa juga bolak-baliknya berapa kali, karena begitu maju dibentak balik, begitu maju dibentak, kok galak sekali. Tapi sekarang Alhamdulillah, atas bimbingan Pak Kasmudjo (bisa selesai)," katanya.
Namun ada pernyataan dari Kasmudjo di Juni 2025. Kasmudjo membantah bahwa dirinya merupakan pembimbing skripsi maupun pembimbing akademik Jokowi.
"Itu yang salah. Saya baru 3B tidak bisa membimbing. Jelas, bukan," katanya.
Menurut Refly, publik dapat menilai sendiri adanya perubahan narasi terkait sosok yang disebut membimbing penyusunan skripsi dari Jokowi. Bagi Refly, perbedaan dua keterangan tersebut menjadi alasan mengapa timnya tetap mempertanyakan konsistensi penjelasan yang disampaikan terkait riwayat akademik Jokowi.
"Nah, dari satu momen itu saja, kelihatan betul betapa kebohongan itu nyata," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa masyarakat berhak menilai sendiri fakta-fakta yang muncul selama polemik berlangsung terkait dengan Ijazah Jokowi.
"Bayangkan, tapi kan masalahnya, anda kan punya kepentingan semua untuk menutupi itu. Kita ngomong apa adanya," tutur Refly.
Baca Juga: Bocoran Prabowo Soal Pengganti Perry Warjiyo di Bank Indonesia (BI): Dia Kayaknya Gimana? Oke Gak?
Kasus Ijazah Jokowi sendiri masih menjadi bagian dari proses hukum yang berjalan. Di sisi lain, Universitas Gadjah Mada (UGM) sebelumnya telah menyatakan bahwa politikus itu merupakan lulusan salah satu fakultasnya dan dokumen akademiknya sesuai dengan arsip resmi yang dimiliki universitas.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: