Kredit Foto: Vinfast
VinFast tengah melakukan perombakan besar di saat kondisi bisnis perusahaan masih penuh tekanan. Produsen mobil listrik asal Vietnam itu menunjuk Pham Nhat Quan Anh sebagai chairman baru perusahaan. Ia merupakan anak sulung Pham Nhat Vuong, pendiri Vingroup sekaligus orang terkaya di Vietnam.
Pergantian pimpinan ini terjadi ketika VinFast masih berjuang menghadapi kerugian besar akibat ekspansi agresif ke berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, India, dan Indonesia. Selama beberapa tahun terakhir, perusahaan disebut menghabiskan dana miliaran dollar AS untuk memperluas bisnis kendaraan listriknya, tetapi belum juga mencatat keuntungan sejak berdiri pada 2017.
Di tengah tekanan tersebut, VinFast memilih melakukan restrukturisasi bisnis. Salah satu langkah utamanya adalah menjual fasilitas manufaktur di Vietnam kepada kelompok investor yang masih berkaitan dengan jaringan bisnis pendiri perusahaan. Strategi ini dilakukan agar VinFast bisa mengurangi beban biaya produksi dan utang.
Baca Juga: VinFast Fokus Bangun Ekosistem Kendaraan Listrik, Indonesia jadi Pasar Strategis
Baca Juga: Resmi Masuk Indonesia, VinFast Buka Pemesanan 3 Motor Listrik Baru
Setelah restrukturisasi, VinFast ingin beralih ke model bisnis yang lebih ringan aset atau asset-light. Artinya, perusahaan akan lebih fokus pada pengembangan teknologi, riset produk, perangkat lunak, dan ekspansi pasar global dibanding mengelola manufaktur secara langsung.
Namun, langkah ini juga memunculkan perhatian dari analis dan investor. Sebab, transaksi penjualan aset dinilai melibatkan pihak-pihak yang masih memiliki hubungan dekat dengan Vingroup dan keluarga Pham Nhat Vuong, sehingga memunculkan pertanyaan soal tata kelola perusahaan.
Meski begitu, VinFast tetap melanjutkan ekspansi internasionalnya, termasuk mempertahankan proyek di Indonesia dan India. Perusahaan berharap perubahan struktur bisnis dan kepemimpinan baru dapat menjadi fondasi untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus memperkuat posisi VinFast di pasar kendaraan listrik global.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Fajar Sulaiman
Tag Terkait: