Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Satu Tahun Zero Waste Warriors, Kebersihan Wisata Sentul Dorong Ekonomi Warga

Satu Tahun Zero Waste Warriors, Kebersihan Wisata Sentul Dorong Ekonomi Warga Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Juni 2026 menandai satu tahun perjalanan program Zero Waste Warriors di kawasan wisata tracking Sentul. Bagi masyarakat sekitar, program ini tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga berkaitan dengan keberlangsungan aktivitas wisata yang menjadi sumber penggerak ekonomi warga.

Seiring meningkatnya popularitas wisata tracking Sentul, jumlah wisatawan yang datang untuk menikmati jalur tracking, aliran sungai, dan panorama alam terus bertambah. Namun, lonjakan kunjungan tersebut juga memunculkan persoalan sampah yang mengancam kenyamanan wisata dan berpotensi memengaruhi daya tarik kawasan tersebut.

Ade Darmawan, anggota Paguyuban Pancar Tracking Sentul, mengingat kondisi ketika jalur wisata itu masih didominasi komunitas pecinta alam dan warga sekitar. Saat itu, sampah belum menjadi persoalan besar karena aktivitas wisata belum seramai sekarang.

Situasi berubah setelah wisata tracking Sentul semakin dikenal luas, terutama pasca pandemi COVID-19. Sampah berupa botol plastik, bungkus makanan, tisu, hingga puntung rokok mulai banyak ditemukan di sepanjang jalur tracking dan area sungai. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi masyarakat dan pengelola wisata yang memiliki keterbatasan alat kebersihan maupun fasilitas penampungan sampah.

“Keterbatasan alat dan tempat penampungan jadi tantangan terbesar bagi kami waktu itu,” kata Ade.

Melihat kondisi tersebut, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat (PLN UIP JBB) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) meluncurkan program Zero Waste Warriors pada Juni 2025 di Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor.

Program tersebut tidak hanya menghadirkan kegiatan bersih-bersih lingkungan bersama volunteer PLN dan masyarakat, tetapi juga menyediakan alat kebersihan, membangun Tempat Penampungan Sampah (TPS), serta memberikan sosialisasi pengelolaan sampah kepada masyarakat sekitar kawasan wisata.

Pelaksanaannya melibatkan berbagai pihak, mulai dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Cipta Mandiri Sejahtera, Paguyuban Pancar Tracking Sentul, hingga Komunitas Ecoventure yang memberikan edukasi mengenai pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan wisata alam.

Menurut Ade, dampak program mulai dirasakan setelah berjalan selama satu tahun. Jalur tracking menjadi lebih bersih dan nyaman sehingga mendukung aktivitas wisata. Kesadaran wisatawan untuk menjaga kebersihan juga meningkat, sementara warga mulai melihat keterkaitan langsung antara kondisi lingkungan dan perputaran ekonomi di kawasan wisata.

“Sekarang jalurnya lebih bersih dan nyaman dilewati. Wisatawan juga mulai lebih sadar untuk tidak buang sampah sembarangan. Bahkan beberapa warga ikut lebih peduli karena melihat langsung dampaknya terhadap wisata dan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Ade menilai keterlibatan volunteer PLN dalam kegiatan lapangan turut memberikan dorongan positif bagi masyarakat. Kehadiran mereka yang ikut turun langsung membersihkan sungai dan jalur tracking menjadi bukti kepedulian terhadap keberlangsungan kawasan wisata yang selama ini menjadi salah satu aset penting bagi warga setempat.

General Manager PLN UIP JBB, Yasir, mengatakan program Zero Waste Warriors merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mendukung pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan melalui kolaborasi dengan masyarakat.

Baca Juga: Komdigi Pastikan Layanan Telekomunikasi Sumatra Pulih 100% usai Blackout PLN

“PLN percaya bahwa menjaga lingkungan tidak bisa dilakukan sendiri. Melalui program ini, kami ingin menghadirkan aksi nyata yang memberi dampak langsung bagi masyarakat sekaligus mendorong tumbuhnya kesadaran kolektif untuk menjaga alam,” ujar Yasir.

Di tengah meningkatnya kunjungan wisata alam Sentul, masyarakat berharap upaya menjaga kebersihan lingkungan dapat terus dilakukan agar kawasan wisata tetap menarik bagi pengunjung. Dengan demikian, perkembangan wisata dapat berjalan seiring dengan pelestarian alam serta memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi warga sekitar.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: