Range Rover dan Akuarium Rp200 Juta, Netizen Sebut Rudy Mas'ud Tak Kena Efisiens Anggaran
Kredit Foto: Istimewa
Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas'ud belakangan menjadi sorotan publik akibat sejumlah kebijakan anggaran yang menuai kontroversi, bahkan hingga muncul desakan agar dirinya mundur dari jabatan.
Seorang netizen dengan akun X @dimars**** menilai Rudy tidak terkena kebijakan efisiensi anggaran karena Partai Golkar yang menaunginya merupakan bagian dari koalisi Presiden Prabowo Subianto.
“Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud, Golkar, koalisi Prabowo: a. Beli Range Rover dinas Rp8,5 miliar → viral → batal, b. Akuarium laut Rp200 juta + kursi pijat Rp125 juta dari anggaran fasilitas pimpinan, c. 6 fraksi DPRD dorong hak angket, dugaan pelanggaran & nepotisme, d. Massa tuntut mundur, jawaban Rudy: ‘Pernah jadi anggota dewan?’” tulisnya, Jumat (29/5).
Netizen itu juga menyoroti kontras antara kebijakan efisiensi pemerintah pusat dengan praktik anggaran di daerah.
"Di atas: Prabowo minta efisiensi, kementerian dipotong, rakyat disuruh ikat pinggang. Di bawah: gubernur koalisinya beli Range Rover dan akuarium dari APBD. Efisiensi itu ternyata hanya berlaku buat yang bukan koalisi," imbuhnya.
Pemprov Kaltim sempat menganggarkan Rp8,499 miliar dari APBD Perubahan untuk membeli satu unit mobil dinas mewah Range Rover 3.0 LWB Autobiography PHEV P460e. Secara administratif, mobil tersebut sudah melewati proses serah terima dari pihak diler, namun belum sempat digunakan karena menuai kritik tajam dari masyarakat serta mendapat atensi khusus dari Kemendagri, KPK, dan BPK.
Pada awal Maret 2026, Rudy memutuskan membatalkan pengadaan dan mengembalikan mobil tersebut ke penyedia agar anggarannya ditarik kembali ke kas daerah.
Baca Juga: 'Cobaan dari Yang Atas,' Polemik Hak Angket Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Ditanggapi Santai Seno Aji
Baca Juga: 'Narasinya Hampir Sama,' Seno Aji Curiga Sedang 'Diadu Domba' dengan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud
Selain itu, paket renovasi Rumah Jabatan Gubernur senilai Rp25 miliar juga menuai polemik. Di dalamnya tercantum pengadaan akuarium laut Rp195 juta, ruang biliar Rp195 juta, serta kursi pijat Rp125 juta. Diskominfo Kaltim kemudian meluruskan bahwa kursi pijat senilai Rp125 juta adalah paket dua unit, sementara kursi pijat khusus di ruang kerja gubernur bernilai Rp47 juta.
Setelah polemik panjang, pada akhir April 2026 Rudy menyampaikan permohonan maaf terbuka. Ia memutuskan bahwa biaya untuk akuarium, ruang biliar, dan kursi pijat akan ditanggung dari kantong pribadinya agar tidak lagi membebani APBD.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: