Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

AS-Iran Hampir Damai, Selat Hormuz Bakal Dibuka Lagi?

AS-Iran Hampir Damai, Selat Hormuz Bakal Dibuka Lagi? Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketegangan panas antara Amerika Serikat dan Iran disebut mulai menemukan titik terang. Setelah berbulan-bulan saling serang dan memicu kekhawatiran global, kedua negara kini dikabarkan hampir mencapai kesepakatan besar yang bisa membuka kembali jalur vital perdagangan dunia di Selat Hormuz.

Kabar ini langsung mengguncang pasar energi global. Harapan bahwa jalur distribusi minyak dunia kembali normal membuat harga minyak mulai bergerak turun di tengah optimisme perdamaian.

Menurut sumber yang dikutip kantor berita Reuters, Amerika Serikat dan Iran pada Kamis (28/5) telah mencapai kesepakatan awal untuk memperpanjang gencatan senjata sekaligus mencabut pembatasan pengiriman melalui Selat Hormuz.

Empat sumber yang mengetahui pembahasan tersebut menyebut kesepakatan itu akan memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari tambahan. Selain itu, lalu lintas kapal di jalur strategis tersebut akan kembali dibuka sembari negosiasi terkait isu besar seperti program nuklir Iran terus berlangsung.

Baca Juga: Amerika Serikat Kembali Berulah, Timnas Iran Terancam Tak Bisa Bertanding di Piala Dunia FIFA 2026

Jika nantinya disetujui oleh para pemimpin di Washington dan Teheran, kesepakatan ini disebut menjadi langkah terbesar menuju perdamaian sejak konflik pecah pada 28 Februari lalu.

Meski demikian, proses kesepakatan disebut belum benar-benar final. Presiden AS Donald Trump dikabarkan masih belum memberikan persetujuan resmi. Sementara media pemerintah Iran juga menegaskan bahwa kesepakatan tersebut masih dalam tahap pembahasan.

Harapan perdamaian muncul setelah serangkaian serangan balasan terbaru antara kedua negara, yang kembali terjadi meski gencatan senjata sebenarnya mulai berlaku sejak awal April.

Wakil Presiden AS JD Vance mengakui pembicaraan masih berjalan alot, namun ia mengaku cukup optimistis kesepakatan dapat tercapai dalam waktu dekat.

“Kita belum sampai di sana, tetapi kita sudah sangat dekat dan kita akan terus berupaya,” kata wakil presiden AS JD Vance kepada wartawan di Washington.

“Saya tidak bisa menjamin kita akan sampai ke sana, tetapi saat ini saya merasa cukup optimis,” kata Vance.

Pemerintahan Donald Trump sebelumnya memang beberapa kali mengklaim bahwa kesepakatan penghentian konflik sudah dekat. Namun Iran kerap membantah atau meremehkan klaim tersebut.

Baca Juga: Setelah Iran, Trump Ancam Hancurkan Oman! 15 Negara Ternyata Pernah Jadi Target AS

Dalam draft kesepakatan yang beredar, pengiriman barang melalui Selat Hormuz nantinya akan kembali dibuka tanpa pembatasan. Amerika Serikat juga disebut akan mencabut blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Tak hanya itu, Washington dikabarkan siap melonggarkan sejumlah sanksi terhadap penjualan minyak Iran sebagai bagian dari upaya meredakan konflik.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Tag Terkait: