Kredit Foto: Sekertariat Negara
Kabinet Bayangan yang digagas Feri Amsari bersama Ahmad Jilul QF menghadirkan 15 pos menteri bayangan yang diisi akademisi, aktivis, dan profesional independen. Inisiatif ini disebut akan menjadi ajang uji nyali bagi para menteri di Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto.
Menteri Sekretaris Negara Kabinet Bayangan, Feri Amsari, menjelaskan bahwa konsep ini dirancang agar publik bisa langsung menilai kualitas gagasan setiap menteri. Setiap pos kementerian resmi akan memiliki tandingan dari kabinet bayangan, sehingga terjadi perdebatan terbuka mengenai program dan kebijakan.
"Pemerintah kalau ada menteri keuangan, maka akan ada oposisi yang menteri bayangan keuangannya, begitu seterusnya dan mereka akan berdebat soal gagasan program secara terbuka," ucap Feri, dikutip dari YouTube Mahfud MD Official, Selasa (4/8).
Menurutnya, menteri yang minim kapasitas akan mudah “jatuh” ketika berhadapan dengan menteri bayangan dalam forum publik.
"Kalau ada menteri yang tidak mumpuni, bisa habis dan dipermalukan di depan publik dia. Jadi tidak mungkin di dalam konsep parlementer tidak zaken, dia tidak ahli, karena akan dipermalukan di depan forum," ungkapnya.
Baca Juga: Kabinet Bayangan Sindir Kabinet Gemuk: Cukup 15 Menteri Mumpuni
Feri menekankan, seorang menteri tidak cukup hanya pintar, tetapi juga harus mampu menjelaskan dan mempertahankan gagasan di hadapan publik.
"Tidak hanya pintar, dia juga harus mampu menjelaskan gagasan kan, kalau kita buat cocok nih, kalau Pak Purbaya bertemu Bhima Yudhistira, apa gagasannya?" tandasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: