Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Operasi Intelijen Lewat Media Asing Terbongkar, Isu Perpecahan Internal Dijawab Iran

Operasi Intelijen Lewat Media Asing Terbongkar, Isu Perpecahan Internal Dijawab Iran Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah Iran membantah keras laporan yang menyebut Presiden Masoud Pezeshkian telah mengajukan pengunduran diri dari jabatannya. Teheran bahkan menilai kabar tersebut sebagai bagian dari operasi media asing yang bertujuan menciptakan persepsi krisis politik di dalam negeri.

Bantahan itu muncul setelah sejumlah media internasional memberitakan bahwa Pezeshkian disebut telah mengirim surat pengunduran diri kepada Mojtaba Khamenei karena merasa kewenangannya semakin tergerus oleh Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC).

Baca Juga: Amerika Serikat Kembali Berulah, Timnas Iran Terancam Tak Bisa Bertanding di Piala Dunia FIFA 2026

Menanggapi isu tersebut, Wakil Kepala Komunikasi dan Informasi Kantor Presiden Iran, Seyed Mehdi Tabatabaei menegaskan laporan itu tidak berdasar dan hanya mengandalkan sumber anonim yang tidak dapat diverifikasi.

Ia enyebut kabar tersebut lebih mencerminkan "angan-angan" pihak tertentu dibandingkan kondisi nyata yang terjadi di Teheran. Ia juga mengatakan penyebaran rumor oleh media asing merupakan kelanjutan dari apa yang disebutnya sebagai "permainan media yang konyol".

Menurut Tabatabaei, Pezeshkian tetap menjalankan tugas kenegaraan dan tidak memiliki rencana untuk meninggalkan jabatannya.

"Presiden Pezeshkian tidak akan mundur dari melayani rakyat, sebagaimana bangsa Iran tidak akan mundur dari jalan solidaritas dan perlawanan," tegasnya, dikutip Selasa (2/6).

Pernyataan serupa juga disampaikan kantor berita Tasnim News Agency yang mengutip sumber pemerintah. Media yang dekat dengan IRGC itu menyebut Pezeshkian tetap aktif menjalankan seluruh agenda pemerintahan.

Di tengah polemik tersebut, Pezeshkian sebelumnya, memang mengakui Iran sedang menghadapi kondisi yang tidak mudah. Namun ia menegaskan tantangan besar yang dihadapi negara membutuhkan koordinasi, dialog, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab, bukan spekulasi politik.

Baca Juga: Dibongkar Pensiunan Jenderal, Ancaman ke Prabowo Agar Jadikan Gibran Cawapres

Bagi Teheran, kemunculan laporan pengunduran diri presiden di tengah meningkatnya tekanan internasional dipandang sebagai upaya membangun narasi bahwa pemerintahan Iran sedang mengalami keretakan internal. Karena itu, pemerintah memilih merespons dengan bantahan terbuka dan menegaskan bahwa roda pemerintahan tetap berjalan normal.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Tag Terkait: