Kemenperin Buka Jalan Pelaku Industri Kecil Masuk Rantai Pasok Kendaraan Listrik
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Pertumbuhan populasi motor listrik di Indonesia terus menunjukkan tren positif. Seiring meningkatnya jumlah kendaraan ramah lingkungan tersebut, peluang bisnis bagi industri komponen lokal juga semakin terbuka lebar.
Data terbaru menunjukkan populasi motor listrik nasional telah mencapai 236.451 unit per Februari 2026. Angka tersebut menjadi bagian dari perkembangan ekosistem kendaraan listrik yang semakin pesat di Tanah Air, bersama meningkatnya penjualan mobil listrik dan penambahan armada bus listrik.
Melihat tren tersebut, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya mendorong pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) agar dapat mengambil peran lebih besar dalam rantai pasok industri kendaraan listrik.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah mempertemukan IKM komponen otomotif dengan produsen kendaraan listrik melalui agenda Penjajakan Peluang Bisnis yang digelar di Cikarang, Jawa Barat. Kegiatan ini melibatkan perusahaan seperti PT SGMW Motor Indonesia (Wuling) dan PT VKTR Teknologi Mobilitas.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, pengembangan industri kendaraan listrik harus mampu memberikan manfaat bagi seluruh pelaku industri, termasuk sektor usaha kecil dan menengah.
“Pemerintah berupaya agar ekosistem industri KBLBB tidak hanya diisi oleh pelaku industri besar, namun juga oleh industri berskala kecil dan menengah sehingga dapat terjadi proses transfer teknologi,” ujar Agus dalam keterangan resmi.
Baca Juga: Kemenperin Ungkap Dampak Pelemahan Rupiah ke Sektor Industri
Menurut Kemenperin, meningkatnya jumlah kendaraan listrik akan berbanding lurus dengan kebutuhan berbagai komponen pendukung yang diproduksi di dalam negeri. Kondisi ini membuka peluang bagi IKM untuk masuk sebagai pemasok komponen bagi pabrikan kendaraan listrik.
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin Reni Yanita menjelaskan bahwa perubahan preferensi konsumen menuju kendaraan yang lebih ramah lingkungan harus dimanfaatkan oleh pelaku usaha lokal.
Selain memenuhi kebutuhan industri nasional, keterlibatan IKM juga dinilai penting untuk mendukung peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada kendaraan listrik yang dipasarkan di Indonesia.
Di sisi lain, perkembangan infrastruktur pendukung turut memperkuat prospek pasar kendaraan listrik. Hingga April 2026, PT PLN telah mengoperasikan 4.769 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di 3.097 lokasi. Jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi 62.918 unit pada 2030.
Baca Juga: Buntut Geopolitik Global, Kemenperin Soroti Dampak ke Biaya Produksi
Direktur IKM Logam, Mesin, Elektronika, dan Alat Angkut (LMEA) Kemenperin Dini Hanggandari berharap kolaborasi antara IKM dan industri kendaraan listrik dapat meningkatkan kemampuan teknologi serta kualitas produk dalam negeri.
Dengan terus bertambahnya populasi motor listrik dan berkembangnya ekosistem kendaraan listrik nasional, kebutuhan komponen lokal diperkirakan akan semakin besar. Kondisi ini menjadi peluang bagi industri dalam negeri untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan daya saing di tengah transformasi industri otomotif menuju elektrifikasi.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Fajar Sulaiman
Tag Terkait: