Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kelebihan Biaya Prabowo ke LN Ditutup Pribadi, Padahal Tugas Negara Harus Bersumber APBN

Kelebihan Biaya Prabowo ke LN Ditutup Pribadi, Padahal Tugas Negara Harus Bersumber APBN Kredit Foto: BPMI
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pengamat kebijakan publik Muhammad Said Didu menyoroti pernyataan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya yang menyebut kelebihan biaya kunjungan luar negeri (LN) Presiden Prabowo Subianto ditanggung pribadi.

Menurut Said Didu, ada dua hal menarik dari pernyataan tersebut. 

Pertama, sesuai ketentuan perundang-undangan, biaya pejabat negara dalam melaksanakan tugas negara harus bersumber dari APBN dan tidak boleh dibiayai dari luar APBN. "Ini penting agar pejabat tidak “berkreasi” kegiatan lain diluar tugas negara," tulis Said Didu di akun X pribadinya, Selasa (2/6).

Kedua, dalam APBN, biaya operasional presiden diberikan dalam bentuk total anggaran setahun (lumpsum), bukan per kegiatan. “Jika Setkab menyatakan bahwa kekurangan anggaran APBN ditanggung oleh Presiden secara pribadi, apakah artinya dana operasional Presiden selama 2026 sudah habis (padahal masih masuk Juni),” ujarnya.

Sebelumnya, Seskab Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa kelebihan biaya kunjungan Prabowo ke luar negeri ditanggung dari uang pribadi.

Baca Juga: Prabowo–Megawati Isyaratkan Bersatu di 2029

"Masalah biaya di luar negeri. Ini sudah dijelaskan beberapa kali. Jadi segala kelebihan biaya yang telah dianggarkan oleh negara, itu sepenuhnya ditanggung oleh pribadi Presiden Prabowo," ujar Teddy.

Pernyataan tersebut disampaikan Teddy untuk meluruskan saran yang sebelumnya disampaikan mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal terkait kunjungan luar negeri Presiden.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya