Kredit Foto: Instagram/Sammy Notaslimboy
Komedian Sam Darma Putra Ginting atau akrab disapa Sammy Notaslimboy menyoroti pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menuding sejumlah pihak, termasuk jurnalis, pengamat, dan LSM, sebagai londo ireng.
Menurut Sammy, tudingan tersebut ironis karena Prabowo sebagai kepala negara justru menguasai sumber daya, BUMN, kebijakan, hingga APBN. Ia menuding Prabowo pula yang membuat APBN defisit sehingga dampaknya melebar ke berbagai sektor.
"Dia yang kuasai sumber daya, kontrol terhadap bumn, kebijakan, apbn. Sampai dia juga yang bikin apbn jadi defisit, akibatnya melebar ke mana-mana. Dia juga yang nuduh orang sebagai “londo ireng” yang merupakan idiom dari “kaki tangan penjajah…”," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Jumat (24/7).
Sebelumnya, Prabowo dalam sambutannya di Peringatan Hari Lahir ke-28 PKB di Jakarta Convention Center, Kamis (23/7/2026), menyebut mentalitas londo ireng masih ada hingga kini.
Ia menilai sebagian orang Indonesia lebih senang mengabdi kepada kepentingan bangsa asing daripada bangsa sendiri.
"Kita tahu ada orang-orang Indonesia yang senang mengabdi dan berbakti kepada bangsa lain. Itu yang dulu kita sebut Londo Ireng. Iya, yang ikut Belanda perang lawan kita, Londo-Londo Ireng ini sampai sekarang masih ada, hanya dia sekarang pakai baju lain kan," kata Prabowo.
Baca Juga: Ironi Londo Ireng: Netizen Sentil Sindiran Prabowo Kena Keluarganya Sendiri
"Wartawan, jurnalis, apa itu, pengamat, LSM harus kita tanya, yang gaji lu siapa? Yang bayar listrikmu siapa? Yang bayar handphonemu siapa? Cari pekerjaan susah, kita tahu kan?" imbuhnya.
Istilah Londo Ireng (Belanda Hitam) secara historis merujuk pada warga pribumi Indonesia yang justru membantu penjajah Belanda dan melawan bangsanya sendiri di masa kolonial.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya