Golkar: Gandengan Tangan Prabowo-Megawati Jadi Pengingat agar Politik Tak Terbelah
Kredit Foto: Youtube/Sekretariat Presiden
Momen keakraban Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri usai Upacara Hari Lahir Pancasila dinilai bukan sekadar gestur simbolis. Partai Golkar melihat peristiwa itu sebagai pesan penting agar seluruh elemen bangsa meninggalkan sekat-sekat politik dan kembali mengedepankan persatuan.
Penilaian tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia yang menilai kebersamaan para tokoh bangsa menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas nasional. Menurutnya, tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini membutuhkan kerja sama dan sinergi dari semua pihak.
Doli mengatakan pesan yang muncul dari momen tersebut harus dimaknai lebih luas daripada sekadar kedekatan personal dua tokoh politik. Ia menilai publik perlu melihatnya sebagai ajakan untuk mengurangi polarisasi yang selama ini kerap muncul dalam dinamika politik nasional.
"Untuk membangun dan memajukan negara sebesar Indonesia kita semua harus bergandengan tangan," kata Doli kepada wartawan, Selasa (2/6/2026).
Menurut Doli, kebersamaan antarelite politik menjadi contoh yang perlu ditiru hingga ke tingkat masyarakat. Ia menegaskan bahwa persatuan bangsa harus dimulai dari para pemimpin yang mampu menunjukkan sikap saling menghormati meskipun memiliki latar belakang politik yang berbeda.
"Apalagi dalam menghadapi situasi seperti saat ini, kita membutuhkan soliditas, kebersamaan, dan sinergi dari semua elemen bangsa, dan itu harus dimulai dari tokoh-tokoh, Bapak dan Ibu bangsa kita," ujarnya.
Doli juga menilai momen Prabowo dan Megawati bergandengan tangan dapat menjadi pengingat bahwa perbedaan politik tidak boleh menghalangi kepentingan yang lebih besar. Baginya, kepentingan bangsa harus selalu ditempatkan di atas rivalitas politik.
"Gandengan tangan Pak Prabowo dan Ibu Megawati harus kita maknai sebagai ajakan kepada kita semua untuk tetap bersatu dan senantiasa bersama di dalam menghadapi situasi dan tantangan apapun yang dihadapi bangsa Indonesia," tuturnya.
Momen tersebut terjadi seusai Upacara Hari Lahir Pancasila yang digelar di Gedung Pancasila, Jakarta, pada Senin (1/6/2026). Saat itu, Prabowo sempat berbincang dengan Jusuf Kalla dan Ma'ruf Amin sebelum berjalan meninggalkan lokasi acara.
Baca Juga: 'Ada yang Manfaatkan Situasi,' Golkar Cium 'Sesuatu' di Balik Hak Angket Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud
Ketika hendak berjalan bersama para tamu undangan, Megawati justru mengajak Prabowo untuk melangkah berdampingan. Keduanya kemudian terlihat bergandengan tangan sambil berbincang dan tertawa bersama, menciptakan momen yang langsung menjadi sorotan publik.
Di tengah dinamika politik yang kerap diwarnai perbedaan pandangan, Golkar melihat peristiwa itu sebagai simbol bahwa komunikasi dan kebersamaan antartokoh bangsa tetap dapat terjalin. Karena itu, Doli berharap pesan persatuan yang tercermin dari momen tersebut tidak berhenti di kalangan elite, tetapi juga menular ke seluruh lapisan masyarakat.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama
Tag Terkait: