PDIP Tuding Jokowi Sedang Terapkan Strategi Politik 'Nabok Nyilih Tangan' ke Prabowo
Kredit Foto: Istimewa
Pertemuan antara perwakilan pedagang bakso yang tergabung dalam Sahabat Bakso Indonesia dengan Jokowi di kediaman pribadi sang mantan Presiden di Gang Kutai I, Kota Solo itu menuai reaksi dari PDI Perjuangan.
Juru Bicara PDIP, Guntur Romli menilai aksi penyampaian keluhan pedagang kepada mantan presiden Jokowi mengandung pesan politik yang sebenarnya ia sedang menyerang pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melalui orang lain.
Guntur Romli menuding Jokowi sedang menerapkan strategi politik 'nabok nyilih tangan' atau memukul menggunakan tangan orang lain, maksudnya adalah secara tidak langsung Jokowi sedang mengkritik kebijakan ekonomi pemerintah saat ini.
"Jokowi sindir keras Presiden Prabowo soal kenaikan harga dan nasib UMKM lewat pedagang bakso. Taktiknya 'nabok nyilih tangan', memukul pinjam tangan orang lain. Tak perlu bicara langsung, cukup pakai mulut dan tangan orang lain untuk menyodok pemerintahan Prabowo," ujar Guntur Romli dalam keterangannya, Selasa (2/6/2026).
Ini bermula saat pengurus Sahabat Bakso Indonesia mendatangi kediaman Jokowi di Solo pada Senin (1/6/2026). Dalam pertemuan tersebut, para pedagang menyampaikan keluhan mengenai dampak penguatan dolar Amerika Serikat terhadap biaya produksi usaha mereka.
Ketua Umum Sahabat Bakso Indonesia, Bambang Hariyanto, mengatakan kenaikan nilai tukar dolar AS berdampak pada melonjaknya harga bahan baku impor, seperti gandum dan daging sapi.
"Ya hari ini dolar AS sangat naik, otomatis akan mengganggu, meningkatkan harga bahan baku kami, pembelanjaan kami," ujar Bambang.
Menanggapi keluhan tersebut, Jokowi disebut menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi ekonomi saat ini, termasuk tantangan yang muncul akibat penguatan dolar AS dan persoalan distribusi bahan bakar minyak (BBM).
Merespons sikap Jokowi, Guntur Romli menilai kenapa Jokowi tidak bertanya langsung ke putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka yang saat ini menjabat sebagai wakil presiden.
"Juga dengan banyak menteri-menterinya yang merupakan rekomendasinya masih duduk di kabinet," tambahnya.
Guntur menilai kenaikan harga bahan baku bakso saat ini bisa selesai jika dalam rentang waktu 10 tahun saat ia berkuasa, Jokowi seharusnya bisa menyelesaikan masalah ketergantungan Indonesia terhadap impor komoditas strategis.
"Padahal selama 10 tahun berkuasa, Jokowi tak kunjung menyelesaikan ketergantungan impor daging dan gandum. Kini saat BBM naik, ia seolah-olah menjadi pelindung rakyat kecil," kata Guntur.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: