Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Usai Jalan Lenteng Agung Ambles, Rano Ungkap Ancaman Infrastruktur di Bawah Rel Kereta

Usai Jalan Lenteng Agung Ambles, Rano Ungkap Ancaman Infrastruktur di Bawah Rel Kereta Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai memetakan titik-titik infrastruktur tua yang berpotensi bermasalah setelah insiden jalan amblas di Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Langkah ini dilakukan menyusul temuan bahwa penyebab amblasnya jalan berasal dari saluran air tua yang kondisinya sudah keropos karena faktor usia.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan peristiwa di Lenteng Agung menjadi pengingat bahwa sejumlah infrastruktur bawah tanah di Jakarta perlu mendapat perhatian lebih serius. Menurutnya, Pemprov DKI kini melakukan inventarisasi untuk mengantisipasi kejadian serupa di lokasi lain.

Di balik insiden tersebut, Rano mengungkap fakta bahwa saluran air yang rusak ternyata terhubung dengan aliran dari kawasan waduk milik Universitas Indonesia. Kondisi itu membuat proses pemantauan dan penanganan menjadi lebih kompleks karena saluran tersebut melintas di bawah rel kereta api.

"Karena kalau terjadi lagi kita tahu segera. Misalnya gini mungkin Anda nggak percaya kalau saya cerita ternyata ini sumbernya adalah air dari mana Bu? Waduk UI," ujar Rano kepada wartawan, Selasa (2/6/2026).

Temuan tersebut memunculkan kekhawatiran baru bagi Pemprov DKI. Bukan hanya soal jalan amblas, tetapi juga potensi risiko apabila kerusakan serupa terjadi pada saluran yang berada tepat di bawah jalur rel kereta.

"Problemnya ini, salurannya ada di bawah rel kereta api. Pertanyaannya, kalau misal terjadi sesuatu di bawah rel kereta api, gimana caranya?" kata Rano.

Karena itu, Pemprov DKI mulai menyiapkan berbagai langkah mitigasi untuk menghadapi kemungkinan terburuk. Salah satunya adalah memetakan seluruh saluran berbahan armco atau gorong-gorong besi yang sudah berusia tua dan tersebar di berbagai wilayah Jakarta.

Rano menjelaskan penanganan terhadap saluran yang berada di bawah rel kereta tentu tidak bisa dilakukan dengan metode biasa. Jika terjadi kerusakan, pekerjaan perbaikan akan membutuhkan teknik khusus agar tidak mengganggu operasional jalur kereta.

"Artinya, kalau gini nggak mungkin kita bisa ngegali kan, berarti harus bor, harus jacking, karena kita langsung tembus ke waduk itu," ujarnya.

Pemprov DKI mengaku tidak ingin menunggu hingga muncul kerusakan baru untuk mulai bergerak. Meski belum dapat melakukan perbaikan secara menyeluruh tanpa adanya kerusakan nyata, proses pemetaan dianggap penting untuk mengetahui lokasi-lokasi yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Baca Juga: Perbaikan Konstruksi Saluran Air di Jalan Raya Lenteng Agung Arah Depok Akhirnya Rampung Dikerjakan

Menurut Rano, Dinas Sumber Daya Air kini telah diminta mengidentifikasi seluruh jaringan saluran tua yang menggunakan konstruksi serupa dengan yang ditemukan di Lenteng Agung. Data tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam menyusun langkah antisipasi jangka panjang.

Insiden jalan amblas di Lenteng Agung pada akhirnya tidak hanya membuka persoalan kerusakan satu ruas jalan. Peristiwa itu juga memunculkan kekhawatiran mengenai kondisi infrastruktur bawah tanah Jakarta yang sebagian sudah berusia puluhan tahun dan berpotensi menimbulkan masalah lebih besar jika tidak diawasi secara berkala.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama

Tag Terkait: