Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Danantara Dapat Peringkat Baa2 dari Moody's dengan Outlook Negatif

Danantara Dapat Peringkat Baa2 dari Moody's dengan Outlook Negatif Kredit Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
Warta Ekonomi, Jakarta -

Moody's Ratings menetapkan peringkat penerbit (issuer rating) perdana sebesar Baa2 untuk Danantara Investment Management. Selain itu, lembaga pemeringkat tersebut juga memberikan peringkat sementara (P)Baa2 untuk program medium-term notes (MTN) global tanpa jaminan senior yang dibentuk oleh DIM, serta peringkat Baa2 untuk rencana penerbitan surat utang senior tanpa jaminan oleh perusahaan tersebut. Outlook untuk seluruh peringkat ditetapkan negatif.

"Peringkat penerbit Baa2 Danantara Investment Management dengan outlook negatif selaras dengan peringkat sovereign Pemerintah Indonesia (Baa2 negatif), yang didukung oleh keterkaitan kredit yang kuat, termasuk struktur kepemilikannya dalam kerangka kelembagaan Danantara serta ekspektasi kami terhadap dukungan luar biasa pemerintah yang tepat waktu apabila diperlukan," kata Rachel Chua, Vice President dan Senior Analyst Moody's Ratings.

Menurut Moody's, peringkat Baa2 yang diberikan kepada DIM sejalan dengan peringkat utang negara Indonesia yang juga berada pada level Baa2 dengan outlook negatif.

Penilaian tersebut mencerminkan kuatnya keterkaitan kredit antara DIM dan pemerintah, termasuk struktur kepemilikan, peran perusahaan dalam ekosistem Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara, serta ekspektasi adanya dukungan luar biasa dari pemerintah jika diperlukan.

Moody's mengklasifikasikan DIM sebagai Government Related Issuer (GRI) dan menggunakan pendekatan top-down dalam pemeringkatannya. Lembaga tersebut tidak menetapkan Baseline Credit Assessment (BCA) karena DIM masih berada pada tahap awal pengembangan, memiliki rekam jejak operasional yang terbatas, dan belum memiliki operasi mandiri yang signifikan. 

Dengan demikian, peringkat perusahaan lebih banyak ditentukan oleh keterkaitannya dengan pemerintah dibandingkan kekuatan kredit mandiri.

Moody's menilai keterkaitan tersebut diperkuat oleh landasan hukum dan struktur kepemilikan yang kuat. DIM dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 sebagai bagian dari struktur kelembagaan Danantara.

Dalam struktur tersebut, BPI Danantara bertugas mengelola dan mengoptimalkan aset serta investasi badan usaha milik negara (BUMN), sementara DIM berfungsi sebagai entitas pengelola investasi yang mendukung implementasi strategi investasi BPI Danantara. Seluruh saham DIM dimiliki oleh BPI Danantara.

Selain itu, Moody's menyoroti tingginya tingkat pengawasan pemerintah terhadap DIM. Anggaran tahunan perusahaan dikonsolidasikan ke dalam anggaran BPI Danantara yang disetujui oleh Dewan Pengawas beranggotakan 11 orang, termasuk sembilan menteri aktif. Rencana kerja dan anggaran tahunan perusahaan juga harus dikonsultasikan dengan DPR.

Dalam aspek pendanaan, Moody's mencatat likuiditas DIM berada pada level sangat baik. Perusahaan telah menerima suntikan modal awal sebesar Rp70 triliun pada 2025 dan diperkirakan memperoleh tambahan Rp50 triliun pada 2026.

Selain itu, perusahaan juga telah menggalang dana melalui penerbitan Patriot Bonds senilai Rp68,4 triliun dan fasilitas kredit bergulir (revolving credit facilities) sebesar US$10 miliar, dengan US$1 miliar di antaranya telah berkomitmen.

Baca Juga: Danantara Kelola Ekspor SDA, Ini Kata Emiten Prajogo Pangestu

Baca Juga: Danantara Belum RIlis Laporan Keuangan, Ini Alasannya!

Moody's menambahkan bahwa DIM tidak memiliki kewajiban membayar dividen dan tidak menghadapi jatuh tempo utang dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

Terkait prospek peringkat, Moody's menyatakan outlook negatif untuk DIM mengikuti outlook negatif yang diberikan kepada peringkat sovereign Indonesia. Kenaikan peringkat dinilai kecil kemungkinannya selama outlook sovereign Indonesia masih negatif. 

Sebaliknya, peringkat DIM dapat tertekan apabila peringkat utang negara Indonesia diturunkan atau jika terjadi pelemahan hubungan perusahaan dengan pemerintah, termasuk perubahan mandat, kepemilikan, atau peran DIM dalam struktur Danantara.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Dwi Aditya Putra