Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Yenny Wahid Terpilih Jadi Ketua Umum KOWANI, Usung Lima Misi Transformasi Organisasi

Yenny Wahid Terpilih Jadi Ketua Umum KOWANI, Usung Lima Misi Transformasi Organisasi Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kongres Luar Biasa (KLB) Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) yang digelar di Jakarta menetapkan Yenny Wahid sebagai Ketua Umum KOWANI untuk periode baru. Yenny terpilih melalui mekanisme pemungutan suara yang memenuhi kuorum konstitusional dengan dukungan lebih dari dua pertiga anggota aktif organisasi sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

Terpilihnya Yenny menandai babak baru bagi KOWANI sebagai organisasi perempuan tertua dan terbesar di Indonesia yang tengah memasuki abad kedua perjalanan organisasinya.

“Ini bukan kemenangan satu orang. Ini kemenangan seluruh perempuan Indonesia yang tidak mau melihat rumah besar mereka runtuh. KOWANI adalah amanah, dan di abad kedua ini, amanah itu akan kami emban dengan lebih kuat, lebih luas, dan lebih inklusif,” ujar Yenny usai terpilih.

Dalam kepemimpinannya, Yenny menyiapkan lima misi utama, yakni rekonsiliasi dan penguatan organisasi, pemberdayaan ekonomi perempuan, perlindungan perempuan dan anak, pengembangan kepemimpinan perempuan generasi baru, serta memperkuat peran Indonesia dalam gerakan perempuan dunia.

Selain itu, Yenny menetapkan tiga prioritas awal, yaitu memperbaiki tata kelola organisasi agar kembali berjalan sesuai prinsip kolektif kolegial, memperkuat sinergi lintas generasi dengan melibatkan lebih banyak perempuan muda, serta mengembalikan peran aktif KOWANI di forum internasional, termasuk Commission on the Status of Women (CSW) Perserikatan Bangsa-Bangsa.

KLB digelar sebagai respons atas krisis manajerial dan penyimpangan organisasi yang dinilai telah keluar dari koridor AD/ART. Sebelum pelaksanaan KLB, Kementerian Hukum RI telah mengklarifikasi bahwa 19 anggota Dewan Pimpinan penggagas KLB tetap diakui secara legal-formal, sehingga memberikan dasar konstitusional bagi penyelenggaraan kongres.

Sebelumnya, upaya penyelesaian melalui mediasi telah dilakukan sebanyak lima kali dengan fasilitasi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) serta dukungan organisasi pendiri KOWANI. Namun, tidak hadirnya ketua umum sebelumnya dalam seluruh proses mediasi membuat dialog tidak mencapai kesepakatan sehingga KLB menjadi langkah konstitusional yang ditempuh.

Baca Juga: Legislator PKB Desak Percepatan Pembangunan Flyover Pascatragedi Kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur

Yenny sendiri dikenal aktif dalam gerakan pemberdayaan perempuan melalui Wahid Foundation. Program Desa Damai yang digagasnya telah menjangkau lebih dari 176.000 perempuan di 31 desa di Pulau Jawa dan mendapat pengakuan internasional sebagai model implementasi resolusi PBB tentang Perempuan, Perdamaian, dan Keamanan. Pada 2025, ia menerima Gusi Peace Prize atas kontribusinya selama dua dekade dalam pemberdayaan perempuan Indonesia.

Dengan terpilihnya kepemimpinan baru, KOWANI menargetkan pemulihan tata kelola organisasi sekaligus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam advokasi kebijakan publik dan penggerak kemajuan perempuan Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: