Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Sudah Dipesan 1.500 Unit, Harga Wuling Eksion Berpotensi Naik Rp10 Juta

Sudah Dipesan 1.500 Unit, Harga Wuling Eksion Berpotensi Naik Rp10 Juta Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Purwokerto -

Konsumen yang berminat meminang Wuling Eksion tampaknya perlu bergerak lebih cepat. Pasalnya, harga mobil elektrifikasi terbaru dari Wuling tersebut berpotensi naik sekitar Rp 10 juta setelah jumlah surat pemesanan kendaraan (SPK) mencapai 2.000 unit.

Saat ini, Wuling masih memberikan program Unlimited Price dan Unlimited Package bagi konsumen yang melakukan pemesanan dalam periode awal peluncuran. Namun, kuota program tersebut terus berkurang seiring meningkatnya jumlah SPK.

Brand Communication Senior Manager Wuling Motors, Brian Gomgom, mengatakan hingga saat ini jumlah SPK Eksion sudah mencapai sekitar 1.500 unit.

"Untuk Eksion sekarang SPK-nya sudah ada di angka 1.500 unit. Jadi masih ada beberapa lagi untuk menikmati Unlimited Price dan Unlimited Package," ujar Brian di Purwokerto, Selasa (3/6/2026).

Menurut dia, Wuling akan memberikan informasi lebih lanjut terkait penyesuaian harga setelah jumlah SPK menyentuh angka 2.000 unit.

"Kita akan informasikan nanti setelah SPK-nya mencapai 2.000 unit," kata Brian.

Baca Juga: Wuling Klaim Hampir 1.000 Unit Eksion Sudah Dikirim ke Konsumen

Meski demikian, ia mengakui bahwa terdapat informasi mengenai potensi kenaikan harga sekitar Rp 10 juta setelah kuota awal tersebut terpenuhi.

"Iya, ada informasi memang naiknya akan ada segitu. Tetapi nanti besarannya akan kami informasikan setelah SPK menyentuh angka 2.000," ujar Brian.

Tingginya minat masyarakat terhadap Eksion juga tercermin dari komposisi pemesanan yang sudah masuk. Dari total SPK yang tercatat, varian kendaraan listrik murni (EV) menjadi pilihan utama konsumen.

Brian menjelaskan, sekitar 70 persen pemesanan berasal dari varian EV, sedangkan sisanya 30 persen merupakan varian plug-in hybrid electric vehicle (PHEV).

"Yang EV porsinya sekitar 70 persen, lalu yang PHEV 30 persen," kata dia.

Baca Juga: Wuling Eksion Mengaspal di Bandung, Sinyal Kuat Pasar SUV Listrik Kian Menggeliat

Dominasi varian EV ini menunjukkan bahwa pasar kendaraan elektrifikasi di Indonesia mulai semakin menerima mobil listrik murni sebagai pilihan utama, meski teknologi PHEV masih memiliki daya tarik tersendiri bagi sebagian konsumen yang menginginkan fleksibilitas penggunaan mesin bensin dan motor listrik dalam satu kendaraan.

Dengan jumlah SPK yang sudah mencapai 1.500 unit, peluang mendapatkan harga dan program awal peluncuran pun semakin terbatas. Jika target 2.000 SPK tercapai dalam waktu dekat, konsumen berpotensi menghadapi harga baru yang lebih tinggi dibandingkan saat ini.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Fajar Sulaiman

Tag Terkait: