Kredit Foto: Ist
Pasar kendaraan listrik (EV) memang terus tumbuh di Indonesia. Namun di balik tren tersebut, pasar mobil bermesin konvensional atau internal combustion engine (ICE) ternyata masih menyimpan potensi besar, terutama di luar kota-kota besar.
Fenomena itu diungkapkan Wuling Motors saat melihat pergeseran pola permintaan konsumen dalam beberapa tahun terakhir. Jika kendaraan listrik mulai mendapat tempat di wilayah seperti Jabodetabek dan kota metropolitan lainnya, mobil bermesin bensin justru masih banyak dicari oleh konsumen di daerah.
Brand Communication Senior Manager Wuling Motors, Brian Gomgom, mengatakan kontribusi kendaraan listrik terhadap penjualan mobil nasional saat ini masih relatif kecil. Menurutnya, pasar otomotif Indonesia masih didominasi kendaraan ICE sehingga pabrikan tidak bisa begitu saja meninggalkan segmen tersebut.
"Kalau kita lihat data penjualan, sebenarnya segmen ICE ini masih besar, ceruknya masih besar. EV itu hanya sekitar 18 persen. Di luar itu masih didominasi ICE," kata Brian di Purwokerto.
Karena itu, Wuling tetap mempertahankan berbagai model bermesin konvensional yang sudah dipasarkan di Indonesia, seperti Almaz, Alvez, dan Cortez. Ketiga model tersebut dinilai masih memiliki basis konsumen yang kuat dan permintaan yang stabil.
Menurut Brian, keberadaan lini produk ICE masih relevan karena kebutuhan konsumen di setiap daerah berbeda-beda. Di kota besar, kendaraan listrik mulai berkembang seiring semakin banyaknya pilihan produk dan infrastruktur pendukung. Namun di wilayah lain, mobil bermesin bensin masih menjadi pilihan utama masyarakat.
Baca Juga: Tes Wuling Eksion di Jalur Pegunungan Jawa Tengah, Tenaga Instannya Bikin Nyalip Percaya Diri
Baca Juga: Wuling Aira ev Terdaftar di Indonesia, Spekulasi Penerus Air ev Menguat
"ICE ini sudah mulai bergeser. Untuk EV memang banyak di Jabodetabek dan kota-kota besar, tetapi ICE mulai bergeser ke kota-kota lain di luar kota besar. Pasarnya masih ada dan permintaannya juga masih ada," ujarnya.
Kondisi tersebut menjadi alasan Wuling tetap menjalankan strategi dua jalur, yakni mengembangkan kendaraan elektrifikasi sekaligus mempertahankan model konvensional. Dengan cara itu, perusahaan berharap dapat menjangkau kebutuhan pasar yang lebih luas dan beragam.
"Selama masih ada pasar dan permintaan, kami tetap menghadirkan dan menegakkan lini produk ICE yang kami miliki. Kami akan terus menghadirkan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar Indonesia," kata Brian.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Fajar Sulaiman
Tag Terkait: