Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

SPPG Program MBG Diminta Dikembalikan ke Rakyat yang Ingin Gabung

SPPG Program MBG Diminta Dikembalikan ke Rakyat yang Ingin Gabung Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
Warta Ekonomi, Jakarta -

Evaluasi terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menguat setelah penggeledahan kantor Badan Gizi Nasional (BGN) serta pencopotan dan penahanan mantan pimpinan lembaga tersebut. Sejumlah pihak menilai pembenahan tata kelola dan seleksi mitra perlu dilakukan agar program prioritas pemerintah itu berjalan sesuai tujuan.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan tidak akan mentoleransi mitra yang tidak menjalankan tugas dengan baik dalam program MBG. Menurutnya, seluruh pihak yang terlibat memiliki peran penting, tetapi harus bekerja secara profesional dan bertanggung jawab.

"Kalian bagian penting, tapi kalau kalian tidak mau bekerja dengan baik, kalian harus minggir," kata Prabowo dalam acara Building Indonesia’s Future Generations Through Nutrition di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/6/2026).

Acara tersebut dihadiri 12.173 peserta yang terdiri atas Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG), Koordinator Regional (Koreg) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari seluruh Indonesia, Koordinator Wilayah (Korwil), Kepala SPPG, serta para mitra pelaksana Program MBG.

Desakan evaluasi juga datang dari DPR RI. Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani Chaniago meminta Kepala BGN yang baru, Nanik Sudaryati Deyang, untuk membuka peluang lebih luas bagi masyarakat yang ingin menjadi mitra SPPG.

Menurut Irma, masyarakat yang memiliki dapur dan memenuhi persyaratan harus diberi kesempatan untuk bergabung dalam program tersebut.

Baca Juga: Sedih Copot Dadan Hindayana, Prabowo: Saya Tidak Boleh Banyak Komentar

"Kembalikan pada niat awal, beri kesempatan rakyat yang mau join (bergabung) dan punya dapur yang memenuhi syarat untuk menjadi mitra SPPG," kata Irma saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (3/6/2026), dikutip dari ANTARA.

Selain itu, Irma meminta evaluasi terhadap jajaran pelaksana di daerah. Ia menilai koordinator wilayah (Korwil), kepala regional (Kareg), maupun koordinator kecamatan (Korcam) yang tidak menjalankan dapur MBG sesuai standar operasional prosedur perlu diganti.

Di sisi lain, Irma menegaskan bahwa upaya yang telah dilakukan mantan Kepala BGN Dadan Hindayana selama menjabat sejak 2025 hingga 2 Juni 2026 tetap patut diapresiasi, terutama dalam mendorong pembangunan SPPG untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat