Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

SBY Ingatkan Ekonomi Tumbuh Saja Tidak Cukup!

SBY Ingatkan Ekonomi Tumbuh Saja Tidak Cukup! Kredit Foto: Azka Elfriza
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak cukup menjadi tolok ukur keberhasilan pembangunan di tengah ketidakpastian global.

Menurutnya, negara berkembang perlu membangun pertumbuhan yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan dengan memperkuat sinergi bersama usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Pertumbuhan saja tidak cukup. Suatu negara mungkin mencapai angka ekonomi yang mengesankan, tapi tetap menghadapi kesenjangan yang semakin lebar, kepercayaan yang menurun, dan fragmentasi sosial,” ujar SBY dalam acara The 2026 Asia Grassroots Forum, Kamis (4/6/2026).

SBY menilai berbagai tantangan global, seperti ketegangan geopolitik, perubahan iklim, dan perkembangan teknologi yang berlangsung cepat, menuntut setiap negara untuk memperkuat ketahanan ekonomi dan sosial secara bersamaan.

Baca Juga: Tak Ada Rumus Ajaib! SBY Minta Demokrat Jabar Perkuat Basis Rakyat

Baca Juga: Sampaikan Pesan Menohok, SBY Turun Soroti Pelemahan Rupiah ke Rp17.500/Dolar

Karena itu, perluasan partisipasi ekonomi masyarakat menjadi semakin penting. Dalam pandangannya, pemberdayaan UMKM dapat menjadi instrumen strategis untuk memperkuat ketahanan ekonomi sekaligus mendorong inklusi yang lebih luas.

"Itulah sebabnya memperkuat mikro, kecil, dan medium perusahaan bukan hanya agenda sosial, tetapi juga agenda ekonomi strategis," ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, SBY menyoroti perlunya transformasi model pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia. Menurut dia, negara-negara di kawasan tidak bisa terus-menerus mengandalkan tenaga kerja berbiaya rendah, komoditas, dan konsumsi domestik sebagai mesin utama pertumbuhan ekonomi.

“Negara-negara yang memperkuat kewirausahaan akar rumput (UMKM) akan memiliki ketahanan yang lebih kuat, partisipasi ekonomi yang lebih luas, dan stabilitas sosial yang lebih besar,” katanya.

Ke depan, SBY memperkirakan daya saing suatu negara akan semakin ditentukan oleh kemampuan beradaptasi dan menciptakan inovasi secara berkelanjutan.

“Pada masa depan, tidak bergantung hanya pada siapa yang memproduksi lebih murah. Ini bergantung pada siapa yang berkembang cepat, siapa yang berinovasi terus, siapa yang berinvestasi pada manusia, dan siapa yang memiliki kepercayaan dan keberanian di antara yang tidak pasti,” ujarnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri