Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Presiden Iran Disebut 28 Kali Ajukan Pengunduran Diri, Kantor Pezeshkian Langsung Membantah

Presiden Iran Disebut 28 Kali Ajukan Pengunduran Diri, Kantor Pezeshkian Langsung Membantah Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Iran Masoud Pezeshkian diklaim telah mengajukan pengunduran diri hingga 28 kali sebelum akhirnya diperingatkan oleh Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei. Klaim tersebut langsung dibantah keras oleh Kantor Presiden Iran.

Isu itu mencuat setelah ulama senior Mohammad-Bagher Kharrazi menyampaikan pernyataan dalam sebuah video yang dirilis pada Senin (3/8/2026). Menurut Kharrazi, Pezeshkian berulang kali mengancam akan mundur dari jabatannya.

"Jika dia mengundurkan diri sekali lagi, saya akan menyetujuinya. Saya akan menulis 'disetujui' di bawah surat itu, dan semuanya selesai," kata Kharrazi mengutip pernyataan Khamenei, seperti dikutip Iran International.

Kharrazi juga mengeklaim bahwa setelah peringatan tersebut, Pezeshkian tidak lagi mengajukan surat pengunduran diri.

Sebelumnya, Iran International pada 31 Mei 2026 melaporkan bahwa Pezeshkian telah mengirim surat pengunduran diri kepada kantor Mojtaba Khamenei. Laporan itu menyebut Pezeshkian merasa pemerintahannya tidak lagi dilibatkan dalam berbagai keputusan penting negara.

Menurut sumber yang dikutip media tersebut, Pezeshkian menilai faksi garis keras di Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) telah mengambil alih banyak urusan pemerintahan. Kondisi itu disebut membuatnya merasa tidak lagi mampu menjalankan tanggung jawab konstitusional sebagai presiden.

Namun, Kantor Presiden Iran membantah seluruh klaim tersebut. Deputi Komunikasi dan Informasi Kantor Presiden, Mehdi Tabatabaei, menegaskan kabar mengenai pengunduran diri Pezeshkian tidak berdasar.

Ia menyebut tuduhan tersebut hanya berisi kebohongan yang sengaja disebarkan untuk merusak persatuan nasional. Menurutnya, isu itu juga berkaitan dengan kekecewaan kelompok yang kalah dalam pemilu.

Baca Juga: Amerika Serikat Tak Akan Bisa Paksa Iran Buka Akses Selat Hormuz, Kata Mantan Intelijen Senior Trump

Penasihat Presiden Iran, Ali-Asghar Shafieian, turut membantah pernyataan Kharrazi. Ia menegaskan Kharrazi tidak memiliki hubungan maupun pernah bertemu dengan Mojtaba Khamenei sehingga dinilai tidak memiliki dasar untuk menyampaikan klaim tersebut.

Sementara itu, aktivis reformis Ahmad Zeidabadi menilai pernyataan Kharrazi justru memicu ketegangan politik di tengah situasi yang sensitif. Ia meminta lembaga negara segera memberikan klarifikasi agar polemik tidak semakin meluas.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy

Tag Terkait: