Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Nanik Bicara Terus Terang soal Kehadiran Jenderal Aktif di BGN

Nanik Bicara Terus Terang soal Kehadiran Jenderal Aktif di BGN Kredit Foto: Muhammad Farhan Shatry
Warta Ekonomi, Jakarta -

Penunjukan perwira tinggi militer aktif dalam struktur inti Badan Gizi Nasional (BGN) sempat memunculkan pertanyaan publik. Namun, langkah tersebut sengaja diambil untuk menjawab tantangan distribusi logistik program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).

Hal itu disampaikan Kepala BGN Nanik S. Deyang saat memperkenalkan Wakil Kepala BGN yang baru, Mayor Jenderal TNI Trenggono. Nanik menjelaskan alasan di balik perekrutan jenderal bintang dua tersebut ke dalam jajaran pimpinan lembaga pelaksana program MBG.

"Mungkin pertanyaannya kok ada militer?" ujar Nanik dalam jumpa pers perdana jajaran pimpinan BGN, Kamis (4/6/2026).

Menurut Nanik, keahlian teritorial dan pengalaman mengelola logistik di wilayah sulit menjadi kebutuhan penting dalam mendukung pelaksanaan program MBG, terutama di daerah yang memiliki tantangan geografis tinggi.

"Kenapa ada militer? Nanti kaitannya dengan program 3T, di mana kami membutuhkan ahli teritorial di situ," kata Nanik.

Baca Juga: Siap Jadi Justice Collaborator, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Bakal Seret Tokoh Eksekutif

Baca Juga: Ada Rumor Dana Dapur MBG Bakal Disetop, Kepala BGN Buka Suara

Ia menilai pengalaman Trenggono dalam bidang logistik dan operasi teritorial dapat membantu BGN memperluas jangkauan distribusi layanan ke wilayah-wilayah yang selama ini sulit diakses.

Untuk menjawab kekhawatiran terkait status keanggotaan militer aktif, Nanik memastikan Trenggono telah mengajukan proses pengunduran diri dari TNI.

"Sebelum ditanyakan mengapa TNI aktif? Saya sampaikan sudah diajukan proses pengunduran diri dan mungkin dalam waktu dekat beliau sudah pensiun," ujarnya.

Menurut Nanik, proses administrasi tersebut saat ini sedang berjalan.

"Tapi proses pengunduran dirinya sudah dilakukan, berlangsung sejak kemarin ya," tambahnya.

Sebelumnya, BGN juga mengumumkan langkah penyesuaian anggaran sebagai respons terhadap pemangkasan alokasi dana dari pemerintah. Meski anggaran mengalami penurunan, lembaga tersebut memastikan operasional program MBG tetap berjalan dan tidak mengurangi jumlah penerima manfaat.

Nanik mengatakan strategi utama yang ditempuh adalah melakukan efisiensi di berbagai sektor tanpa mengorbankan kualitas layanan maupun mutu gizi yang diberikan kepada masyarakat.

Baca Juga: BGN Pasang Kombinasi Auditor dan Ahli Teritorial untuk Jaga Program MBG

Baca Juga: Terkuak! Ini Alasan Prabowo Angkat Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN

Menurut dia, kebijakan tersebut diambil setelah melalui rapat konsolidasi pimpinan BGN guna memastikan program prioritas pemerintah tetap berjalan optimal di tengah keterbatasan anggaran.

"KamiĀ concern, hal pertama yang kami lakukan adalah melakukan efisiensi anggaran sehingga meskipun sekarang sudah dipotong tinggal Rp268 triliun, kami berharap masih bisa menurunkan lagi namun tidak mengurangi sasaran," ujar Nanik.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Muhammad Farhan Shatry
Editor: Annisa Nurfitri