Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Ada Rumor Dana Dapur MBG Bakal Disetop, Kepala BGN Buka Suara

Ada Rumor Dana Dapur MBG Bakal Disetop, Kepala BGN Buka Suara Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Isu mengenai penghentian operasional dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendadak ramai diperbincangkan publik. Kabar tersebut bahkan memunculkan kekhawatiran bahwa sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terancam berhenti beroperasi karena dana dari pemerintah disebut tidak lagi mengalir.

Menanggapi kabar yang semakin meluas, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang akhirnya memberikan klarifikasi tegas. Ia memastikan informasi yang beredar tersebut tidak benar dan tidak pernah menjadi kebijakan resmi pemerintah maupun BGN.

“Kami menegaskan bahwa informasi yang menyebut BGN memerintahkan penghentian operasional dapur MBG adalah tidak benar,” kata Nanik.

Menurutnya, berbagai informasi yang beredar terkait penghentian layanan MBG tidak berasal dari sumber resmi sehingga tidak dapat dijadikan acuan oleh pengelola SPPG maupun mitra program.

“Tidak ada kebijakan maupun instruksi resmi dari BGN terkait penghentian operasional," tegas Nanik.

Baca Juga: Fokus Efisiensi Anggaran MBG, Bos Baru BGN Minta Izin Prabowo Tak Kejar Kuantitas

Lebih lanjut, Nanik menjelaskan bahwa persoalan administrasi pencairan anggaran tidak memengaruhi komitmen pemerintah dalam menjalankan program MBG. Justru saat ini program tersebut terus diperluas ke berbagai daerah agar semakin banyak masyarakat yang memperoleh manfaat.

Karena itu, ia meminta seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program, mulai dari yayasan mitra, pengelola SPPG, hingga pemasok bahan baku, agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas sumbernya.

“Apabila terdapat kendala di lapangan, kami meminta seluruh mitra berkoordinasi melalui jalur resmi. Jangan menjadikan informasi yang tidak berasal dari sumber resmi sebagai dasar pengambilan keputusan operasional," jelas Nanik.

Ia juga mengingatkan bahwa penyebaran informasi yang tidak akurat berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, terutama bagi para penerima manfaat program MBG.

“Kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama melawan disinformasi yang dapat menimbulkan keresahan di masyarakat," tambah Nanik.

Baca Juga: 'Aku Doakan Kualat,' Prabowo Turunkan 'Mata dan Telinga' Demi Awasi Setiap Dapur MBG

Di tengah isu yang berkembang, BGN menegaskan fokus utamanya saat ini adalah menjaga agar layanan MBG tetap berjalan dan menjangkau seluruh penerima manfaat sesuai target yang telah ditetapkan.

Diketahui, berdasarkan data operasional resmi BGN, saat ini terdapat 30.231 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di seluruh Indonesia. Dalam proses pengetatan standar pelayanan tersebut, sebanyak 4.581 SPPG telah dihentikan sementara operasionalnya sejak awal 2025 hingga saat ini. 

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri