- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Pemerintah Genjot Migas Nonkonvensional di Rokan, Potensinya Tembus 500 Ribu BPH
Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Yuliot menilai pengembangan migas nonkonvensional telah terbukti mampu menjadi solusi untuk meningkatkan produksi energi. Ia mencontohkan pengalaman Amerika Serikat yang berhasil membalikkan tren penurunan produksi minyak melalui penerapan teknologi serupa.
“Jadi pengalaman dari Amerika, justru pada saat terjadi decline produksi di Amerika, mereka menerapkan untuk implementasi produksi unconventional,” ujarnya.
“Sehingga pada saat terjadi peningkatan di beberapa wilayah kerja, justru Amerika sendiri surplus untuk produksi migasnya sendiri. Jadi sehingga Amerika melakukan kegiatan ekspor. Itu tahun 2012,” lanjutnya.
Ia menjelaskan migas nonkonvensional memiliki karakteristik berbeda dibandingkan sumur konvensional. Pada sumur konvensional, produksi dilakukan setelah menemukan kantong minyak pada kedalaman tertentu.
Sementara pada migas nonkonvensional, eksplorasi dilakukan hingga mencapai batuan sumber atau dapur minyak sehingga potensi cadangan yang diperoleh dapat lebih besar dengan umur produksi yang lebih panjang.
“Tapi kalau unconventional itu sampai dengan ditemukannya dapur minyaknya sendiri. Jadi untuk kapasitas yang didapatkan untuk jumlah yang cukup besar dan juga tingkat produksi menjadi lebih lama,” katanya.
Selain migas nonkonvensional, pemerintah juga terus mendorong penerapan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) dan hydraulic fracturing (fracking) di sejumlah wilayah kerja migas guna mengoptimalkan produksi dari lapangan yang sudah beroperasi.
“Yang kedua untuk EOR, itu untuk berapa wilayah kerja itu juga lagi kita kejar. Ini untuk fracking itu juga ini kita lakukan. Jadi mudah-mudahan itu untuk peningkatan produksi akan menjadi lebih signifikan. Jadi target produksi tahun 2029 ini berkisar antara 900 sampai 1 juta barel secara keseluruhan,” tutup Yuliot.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: