Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bukan Cuma Bali, Ini Kota dan Destinasi Favorit Wisatawan Asing di Indonesia Tahun 2026

Bukan Cuma Bali, Ini Kota dan Destinasi Favorit Wisatawan Asing di Indonesia Tahun 2026 Kredit Foto: Agoda
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indonesia semakin menjadi tujuan favorit wisatawan mancanegara, terutama dari kawasan Asia. Menariknya, destinasi yang paling banyak dikunjungi turis asing kini tidak lagi hanya terpusat di Bali, melainkan telah meluas ke sejumlah kota dan kawasan wisata lainnya.

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengungkap bahwa Jakarta, Bandung, Batam, Bintan, Manado, Labuan Bajo, Lombok, hingga Kepulauan Gili menjadi sejumlah destinasi yang semakin banyak menarik perhatian wisatawan asing sepanjang 2026. Fenomena ini menunjukkan adanya diversifikasi tujuan wisata dalam beberapa tahun terakhir.

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, mengatakan wisatawan dari berbagai negara Asia datang ke Indonesia karena merasa nyaman sekaligus mendapatkan pengalaman wisata yang beragam.

"Mereka tidak datang ke negara lain, tapi ke Indonesia, karena nyaman. Sudah bisa banyak belanja oleh-oleh untuk keluarga dan lain sebagainya," ujarnya.

Wisatawan asal Malaysia menjadi salah satu kelompok yang paling gemar berkunjung ke Indonesia. Selain berlibur, mereka dikenal aktif berbelanja oleh-oleh dan produk lokal untuk dibawa pulang ke negaranya.

Menurut Kemenpar, kota-kota yang paling banyak dikunjungi wisatawan Malaysia antara lain Jakarta, Bandung, Bali, Bintan, dan Batam. Destinasi tersebut dinilai menawarkan kombinasi wisata, kuliner, hingga pusat perbelanjaan yang menarik.

Sementara itu, wisatawan asal Singapura memiliki karakter berbeda saat memilih destinasi liburan. Mereka cenderung mencari lokasi yang estetik untuk berfoto sekaligus menawarkan pengalaman petualangan di alam terbuka.

Salah satu kawasan yang banyak diminati wisatawan Singapura adalah wilayah pegunungan di Jawa Timur. Tren serupa juga terlihat pada wisatawan asal Tiongkok yang mulai menjadikan wisata alam Indonesia sebagai pilihan utama.

Kemenpar menyebut kawasan Gunung Bromo dan Kawah Ijen menjadi dua destinasi yang sangat populer di kalangan wisatawan Tiongkok. Keunikan lanskap tropis yang berbeda dengan negara asal mereka menjadi daya tarik tersendiri.

"Karena mereka tidak punya gunung ya, di China pun demikian, tidak ada gunung yang seperti kita yang tropik. Jadi itu juga menambah (nilai pariwisata kita). Makanya Bromo, Ijen jadi terkenal ya untuk segmen di Tiongkok," kata Made.

Selain Jawa Timur, kota Manado juga mulai menikmati peningkatan kunjungan wisatawan asal Tiongkok. Salah satu pemicunya adalah dibukanya penerbangan langsung yang menghubungkan Manado dengan Guangzhou.

Kehadiran rute penerbangan tersebut membuat akses wisatawan semakin mudah. Di sisi lain, wisata bahari dan kuliner laut yang dimiliki Manado dinilai cocok dengan minat wisatawan dari Tiongkok.

Kemenpar juga mencatat meningkatnya popularitas destinasi lain seperti Labuan Bajo, Lombok, dan Gili Islands. Ketiga kawasan tersebut kini menjadi alternatif favorit selain Bali.

Perubahan pola perjalanan wisatawan asing ini disebut terjadi dalam dua hingga tiga tahun terakhir. Banyak wisatawan memperoleh informasi mengenai destinasi baru melalui media sosial maupun pameran pariwisata internasional.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Indonesia juga dinilai masih memiliki daya tarik dari sisi nilai belanja wisata. Kemenpar berharap wisatawan tidak hanya datang lebih banyak, tetapi juga tinggal lebih lama dan membelanjakan lebih banyak uang selama berada di Indonesia.

Baca Juga: Tempat Wisata Gratis di Jakarta Ternyata Mengerek Wisatawan di Musim Liburan Panjang

Data Kementerian Pariwisata menunjukkan kunjungan wisatawan dari Asia Tenggara sepanjang Januari-April 2026 meningkat 11,38 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara kunjungan wisatawan dari wilayah Asia lainnya tumbuh lebih tinggi, yakni mencapai 15,27 persen.

Kondisi tersebut berbeda dengan pasar wisatawan dari Eropa dan Timur Tengah yang justru mengalami penurunan selama empat bulan pertama tahun ini. Karena itu, pasar Asia kini menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan sektor pariwisata Indonesia.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama