60 Orang Dapat Tiket Piala Dunia 2026 Gratis, Efek Kesalahan Sistem FIFA
Kredit Foto: Istimewa
Sekitar 60 penggemar sepak bola sempat mendapatkan "durian runtuh" setelah berhasil memperoleh tiket pertandingan FIFA World Cup 2026 tanpa membayar sepeser pun akibat kesalahan sistem penjualan tiket FIFA.
Namun kegembiraan tersebut tidak berlangsung lama. FIFA mengonfirmasi bahwa tiket yang terbit secara gratis itu merupakan hasil dari masalah teknis saat proses pembayaran dan seluruh tiket yang terdampak telah dibatalkan.
Baca Juga: Amerika Curiga Ada Mata-Mata di Timnas Iran, Bakal Diawasi Ketat di Piala Dunia 2026
Dalam pernyataan resminya, FIFA mengakui adanya kesalahan yang membuat puluhan suporter menerima tiket tanpa biaya meski proses transaksi mereka sebenarnya belum terselesaikan dengan benar.
"FIFA dapat mengonfirmasi bahwa sekitar 60 penggemar menerima pemberitahuan pada 3 Juni mengenai tiket yang dialokasikan tanpa biaya akibat masalah pembayaran yang terjadi sebelumnya selama proses checkout," kata FIFA, dikutip Sabtu (6/6).
FIFA menyatakan menyesali ketidaknyamanan yang dialami para penggemar dan memberikan kesempatan kepada mereka untuk membeli kembali tiket tersebut dengan harga normal.
Menurut informasi yang beredar, para pemegang tiket diberikan waktu tujuh hari untuk melunasi pembayaran. Jika tidak, tiket otomatis akan dihapus dari akun mereka.
Kesalahan tersebut dilaporkan terjadi pada tiket pertandingan fase grup yang akan digelar di Toronto, salah satu kota tuan rumah Piala Dunia 2026.
Insiden ini menjadi sorotan karena terjadi hanya beberapa hari menjelang dimulainya turnamen sepak bola terbesar di dunia yang akan digelar bersama oleh Kanada, Amerika Serikat, dan Meksiko.
Kesalahan tiket gratis tersebut juga menambah daftar persoalan yang sedang dihadapi FIFA terkait penjualan tiket Piala Dunia 2026.
Sebelumnya, FIFA sempat menyatakan turnamen ini akan berlangsung dengan stadion penuh penonton. Namun menjelang pembukaan kompetisi, sejumlah pertandingan masih tercatat memiliki kursi yang belum terjual.
Di saat bersamaan, otoritas hukum di New York dan New Jersey juga telah memulai penyelidikan terhadap praktik penjualan tiket FIFA setelah muncul tuduhan mengenai potensi penggelembungan harga dan informasi yang dianggap menyesatkan konsumen.
FIFA sendiri menggunakan sistem yang disebut "variable pricing" dalam penjualan tiket. Melalui mekanisme tersebut, harga tiket dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti tingkat permintaan dan ketersediaan kursi di setiap fase penjualan.
Baca Juga: FIFA Diseret ke Penyelidikan, Amerika Cium Aroma Manipulasi Tiket Piala Dunia 2026
Meski jumlah tiket yang terdampak hanya sekitar 60 lembar, insiden ini menunjukkan bahwa sistem penjualan tiket Piala Dunia 2026 masih menghadapi tantangan teknis di tengah tingginya antusiasme penggemar sepak bola dari seluruh dunia.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: