- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
IHSG Diproyeksi Bergerak Terbatas di Level 6.300-6.400, Ini 5 Saham Pilihannya
Kredit Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih bergerak dalam rentang terbatas pada perdagangan Jumat (7/8/2026). Indeks akan berada di area 6.300-6.400, dengan level support di 6.300, pivot 6.350, dan resistance di 6.400.
Dalam riset hariannya, Phintraco Sekuritas menyebut IHSG pada perdagangan sebelumnya ditutup melemah 0,12% ke level 6.343,71. Dari sisi teknikal, indikator Stochastic RSI mulai mendekati area jenuh beli (overbought) yang mengindikasikan ruang kenaikan mulai terbatas. Di sisi lain, tekanan jual juga terlihat meningkat.
Meski begitu, prospek pergerakan IHSG masih dinilai cukup terjaga. Hal ini tercermin dari indikator MACD yang masih berada di zona positif, sementara posisi indeks tetap bertahan di atas garis rata-rata pergerakan MA5 hingga MA50.
"Dengan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan masih akan bergerak sideways atau mendatar di kisaran 6.300-6.400," tulis Phintraco Sekuritas.
Dari sisi fundamental, perhatian pelaku pasar hari ini tertuju pada rilis data cadangan devisa Indonesia periode Juli 2026. Sebagai gambaran, cadangan devisa pada Juni 2026 tercatat meningkat menjadi US$145,6 miliar, dari US$144,9 miliar pada Mei, setelah sebelumnya sempat menyentuh level terendah dalam hampir dua tahun akibat tekanan terhadap nilai tukar rupiah.
Selain itu, investor juga akan mencermati data Indeks Harga Properti Residensial kuartal II-2026 yang diperkirakan tumbuh 0,8% secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 0,62% pada kuartal sebelumnya.
Sentimen lain yang turut menjadi perhatian adalah rencana pemerintah menggelar lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) pada 11 Agustus 2026 dengan target indikatif sebesar Rp10 triliun.
Di tengah proyeksi pergerakan IHSG yang masih terbatas, Phintraco Sekuritas merekomendasikan lima saham yang dinilai menarik untuk dicermati, yakni PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), dan PT Indika Energy Tbk (INDY).
Kelima saham tersebut dipilih karena dinilai memiliki peluang penguatan berdasarkan analisis teknikal.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: